Tim Khusus DKI Belum Berhasil Temukan Buaya

Editor: Koko Triarko

209
JAKARTA — Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni, mengaku pihaknya telah membentuk tim khusus, guna menangani masalah buaya yang tiba-tiba muncul di Dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 
“Sampai kemarin, walaupun saya di luar, saya ditanya terus masalah buaya. Sebenarnya kita sudah membentuk tim dengan Marga Satwa Ragunan dan dengan Dinas Kehutanan, dan kita hubungi Lembaga Sumber Daya Alam (LSDA),” kata Darjamuni, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (19/6/2018).
Menurutnya, permasalahan buaya tersebut sudah ditangani oleh Dinas Kehutanan. Namun, karena Dinas Kehutanan berjalan dari Dinas Ketahanan Pangan, sehingga semua masalah pertanyaannya ada di DKPKP DKI.
“Sampai kemarin, kita sudah turunkan juga tim dari Taman Marga Satwa Ragunan dan LSDA, tapi hasilnya sampai sekarang belum juga ditemukan. Tapi, yang pasti sementara, aman. Banyak sekali yang menangani, ada yang dari angkatan laut,” ujarnya.
Kata Darjamuni, angkatan laut maupun tim patroli gabungan sudah mencari keberadaan buaya tersebut. Namun, hingga kini belum menemukan persembunyian buaya itu.  “Hasil akhir belum ada. ” tuturnya.
DKPKP masih terus melakukan penyisiran di perairan di kawasan Jakarta Utara untuk menemukan buaya tersebut. Darjamuni mengaku tidak akan membunuh atau menembak mati buaya tersebut, melainkan menembaknya dengan bius.
Bila nanti sudah ditemukan, pihaknya akan memindahkan hewan pemakan daging itu ke Taman Marga Satwa Ragunan. Buaya itu bakal dirawat oleh pengelola Ragunan.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, juga mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk membentuk tim kusus untuk mengejar reptil tersebut. Hingga saat ini, binatang buas ini belum diamankan petugas.
“Kemarin kita sudah menggelar apel. Itu saya perintahkan ke Pak Bupati sebagai kepala apel, dan juga BPPD, Damkar, dan juga Dinas KPKP untuk memastikan ada tim khusus yang dibentuk untuk melacak keberadaan buaya tersebut,” ucapnya, di tempat yang sama.
Sandiaga berharap, binatang buas itu bisa ditangkap hidup-hidup, agar bisa dikembalikan ke habitatnya, sebagaimana yang telah diinstruksikan oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya.
“Kita lakukan pencarian dengan harapan buaya tersebut bisa diamankan dalam keadaan hidup-hidup, dijaring bukan ditembak. Sesuai dengan keinginan Bu Menteri, juga,” ujarnya.
Sandiaga mengklaim, pihaknya akan menurunkan ahli untuk memastikan penyebab kemunculan buaya tersebut. Apakah hal itu disebabkan oleh perubahan iklim atau penyebab lainnya.
“Kita ingin libatkan para ahli untuk memastikan, fenomena yang menyebabkan buaya tersebut bisa berenang-renang di luar habitatnya. Apakah ada perubahan iklim, apakah ada perubahan dari rantai makanannya, dan juga apakah ada juga gangguan di tempat mereka biasanya berkembang biak,” tutupnya.
Pada Kamis (14/6/2018), seekor buaya berukuran sekitar 3 meter muncul Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara. Berbagai pihak, di antaranya TNI AL dan Direktorat Polisi Air Baharkam (Ditpolair) Polri telah melakukan penyusuran untuk mencari buaya tersebut, namun belum membuahkan hasil.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.