banner lebaran

Titiek Soeharto: Perempuan Harus Tingkatkan Kapasitas

Editor: Satmoko

745
JAKARTA – Empat ratus tokoh pemimpin politik perempuan dari 80 negara, menegaskan, bahwa kepemimpinan perempuan telah membawa banyak perubahan positif di dunia.
Pernyataan tersebut mengemuka dalam pertemuan para tokoh pemimpin politik perempuan dunia (Women Political Leaders Summit 2018/WPL) di Kota Vilnuis, negara Lithuania, yang berlangsung tiga hari, Rabu-Jumat (6-8/6/2018). Pertemuan ini juga dalam rangka memperingati 100 Tahun Hak Perempuan untuk Memilih.
Hadir dalam pertemuan tersebut, delegasi Indonesia, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Nurhayati Ali Assegaf, bersama wakil, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).
Berbagai hal dibahas dalam sidang pertemuan ini, antara lain mengenai kepemimpinan, kebijakan, agenda politik, tantangan pemimpin perempuan dan kontribusi perempuan dalam ekonomi. Dikatakan pula, jika perempuan harus menguasai teknologi untuk menguasai masa depan.
Sementara itu, Indonesia dalam kesempatan tersebut, menegaskan, bahwa perempuan memimpin di politik, berarti akan melahirkan banyak kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan memberdayakan perempuan. Hal ini bukan saja menguntungkan perempuan, namun juga bagi keluarga dan masyarakat.
Ratusan tokoh pemimpin politik perempuan dunia dalam pertemuan Women Political Leaders Summit 2018 di Vilnuis, Negara Lithuania, Rabu-Jumat (6-8/6/2018). Hadir dalam pertemuan ini, delegasi Indonesia, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Nurhayati Ali Assegaf (kiri bawah) bersama wakil, Siti Hediati Haryadi-Titiek Soeharto (kanan-bawah). –Foto: Ist.
“Para wanita harus mengisi dan meningkatkan kapasitasnya, baik intelektual maupun spiritualnya, agar dapat diterima masyarakat sebagai tokoh yang berperan dalam membangun bangsa,” kata Siti Hediati Haryadi, dalam pertemuan itu.
Pertemuan WPL 2018 di Lithuania, dibuka oleh Presiden Lithuania, Mme Dalia Grybauskaite, dan Ketua Parlemen Lithuania, Viktoras Pranckietis. Dihadiri pula oleh President Malta, Deputy Presiden Panama, mantan PM Selandia Baru, Presiden Latvia, Presiden Kosovo dan para pimpinan eksekutif serta parlemen.
Di akhir pertemuan, para tokoh politik perempuan berkomitmen untuk meningkatkan jumlah perempuan di politik, dengan menginsipirasi perempuan untuk berkiprah di politik.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.