Tragedi Wisman Asal Perancis, Kadispar NTT Minta Maaf

Editor: Koko Triarko

280
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu. -Foto: Ebed de Rosary
KUPANG – Setiap kejadian di tempat pariwisata, tentu akan mempengaruhi promosi pariwisata di pentas nasional dan internasional, sehingga kasus pemerkosaan turis asal Perancis oleh seorang pemandu wisata akan merusak citra pariwisata NTT dan Indonesia.
“Dengan kejadian itu, tentunya mengganggu citra pariwisata di NTT yang saat ini sangat berkembang pesat. Saya mengutuk keras kejadian ini, dan meminta maaf kepada wisatawan yang menjadi korban, termasuk keluarganya,” ucap Kadis Pariwisata NTT, Marius Ardu Jelamu, Kamis (21/6/2018).
Marius meminta, agar aparat Polres Manggarai Barat segera menangkap pelaku pemerkosa wisatawan mancanegara perempuan asal Perancis. Dirinya sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan di Manggarai Barat, agar pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum.
“Kami minta Pak Kapolres Manggarai Barat, agar segera menangkap pelaku dan menghukum berat pelakunya. Pemerintah daerah setempat, juga segera berkoordinasi dengan polisi, agar kejadian ini tidak terulang lagi, dan tentunya bukan hanya di Labuan Bajo, tapi di seluruh tempat wisata lainnya di NTT,” ungkapnya.
Marius juga mengajak wisatawan domestik dan internasional, agar tetap berwisata ke NTT dan tidak perlu merasa khawatir, karena pihaknya akan memastikan keamanan wisatawan. Dia berharap, kasus ini tidak terulang lagi.
Pemandangan gugusan pulau di depan dermaga penumpang Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT. -Foto: Ebed de Rosary
“Kami akan selalu berkoordinasi dengan pihak keamanan di provinsi maupun kabupaten, dan kami memastikan provinsi NTT aman untuk dikunjungi. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali,” tuturnya.
Ketua Asosiasi Tour dan Travel Agent (ASITA) Manggarai Raya, Evodius Gonsomer , mengutuk keras tindakan pemerkosaan terhadap seorang turis berkewarganegaraan Perancis berinisial MB (22) di lokasi obyek wisata Cunca Wulang, Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat (Mabar) pada 12 Juni 2018 lalu.
“Kejadian ini merusak citra kepariwisataan Manggarai Barat, dan kami dari ASITA mengutuk keras aksi bejat ini. Tetapi, apakah memang benar-benar pemerkosaan ataukah seperti apa, karena keterangan baru dari pihak pelapor atau korban yang sudah kembali ke negaranya,” terangnya.
Terduga pelaku bernisial A pun, kata Evodius, sampai saat ini masih melarikan diri dan sedang diburu aparat kepolisian, sehingga semuanya diminta menunggu informasi resmi dari Polres Manggarai Barat, dan jangan membuat kesimpulan sendiri terkait kejadian ini.
“Terduga pelaku pemerkosaan bukanlah tour guide yang bergabung, baik di ASITA maupun HPI Manggarai Barat. Pelaku sama sekali tidak terdaftar, sehingga  kalau ada anggapan atau tudingan, bahwa pelaku adalah seorang guide, itu tidak benar,” tegasnya.
Baca Juga
Lihat juga...