banner lebaran

Trump Optimistis pada Pertemuan Puncak dengan Kim

192
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dok. whitehouse.gov

SINGAPURA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, pertemuan bersejarahnya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura, Selasa, akan menunjukkan apakah “kesepakatan nyata” bisa terjadi, saat mereka memperkecil perbedaan demi mengakhiri kebuntuan nuklir di semenanjung Korea.

Sementara Trump optimis tentang prospek untuk pertemuan pertama antara pemimpin AS dan Korea Utara, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memberikan catatan peringatan, mengatakan hal itu tetap harus diawasi jika Kim tulus tentang kesediaannya untuk denuklirisasi.

Para pejabat dari kedua belah pihak mengadakan pembicaraan pada menit-menit terakhir untuk meletakkan landasan bagi pertemuan puncak antara musuh lama, sebuah peristiwa yang hampir tak terpikirkan beberapa bulan yang lalu, ketika mereka saling bertukar hujatan dan ancaman yang menimbulkan kekhawatiran akan perang.

Pertemuan tingkat staf antara AS dan Korut berjalan “baik dan cepat,” kata Trump dalam pesan di “Twitter” pada Selasa.

Namun dia menambahkan: “Pada akhirnya, itu tidak masalah. Kita semua akan segera tahu apakah ada kesepakatan nyata, tidak seperti yang terjadi di masa lalu, dapat terjadi!” Setelah serangkaian perkembangan diplomatik yang meredakan ketegangan, para pemimpin tersebut akan menuju jabat tangan bersejarah yang diharapkan para pejabat AS pada akhirnya dapat mengarah pada pembongkaran program nuklir Korut yang mengancam AS.

Trump akan mengadakan pertemuan tatap muka dengan Kim di pulau resor Sentosa, sebelum mereka bergabung dengan para pejabat dan makan siang bersama, kata Gedung Putih.

“Saya hanya berpikir itu akan berhasil dengan sangat baik,” kata Trump pada Senin, meskipun ada kesenjangan pandangan pada bagaimana denuklirisasi berlangsung.

Pompeo mengatakan kepada wartawan bahwa acara tersebut harus mengatur kerangka kerja untuk “kerja keras yang akan mengikutinya”, bersikeras bahwa Korut harus bergerak menuju denuklirisasi lengkap, dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah.

Meski begitu, Korut telah menunjukkan sedikit keinginan untuk menyerahkan senjata nuklir yang dianggap vital bagi kelangsungan kekuasaan dinasti Kim.

Sanksi terhadap Korut akan tetap berlaku sampai hal itu terjadi, kata Pompeo. “Jika diplomasi tidak bergerak ke arah yang benar … langkah-langkah itu akan meningkat,” ujarnya.

Dia menambahkan: “Korut sebelumnya telah menegaskan kepada kami tentang kesediaannya untuk denuklirisasi dan kami ingin melihat apakah kata-kata itu terbukti tulus,” ujarnya.

Gedung Putih mengatakan kemudian bahwa diskusi dengan Korut telah bergerak “lebih cepat dari yang diharapkan” dan Trump akan meninggalkan Singapura pada Selasa malam setelah pertemuan puncak, bukan Rabu, seperti yang dijadwalkan sebelumnya.

Salah satu pemimpin paling tertutup di dunia, Kim, mengunjungi ingapura pada Senin, tersenyum dan melambaikan tangan ke penonton, menambah citra yang lebih ramah yang telah muncul sejak pertemuan pada April dengan pemimpin Korea Selatan, Moon Jae-in.

Pemimpin yang berpendidikan di Swiss, yang diyakini berusia 34 tahun, tidak meninggalkan negaranya yang terisolasi sejak berkuasa pada 2011, selain mengunjungi China dan sisi zona demiliterisasi perbatasan Korea Selatan, yang memisahkan kedua Korea.[ant]

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.