Ubi Jalar, Buah Tangan Lebaran dari Malang

Editor: Koko Triarko

290
MALANG – Mudik ke kampung halaman di hari raya Idul Fitri, merupakan tradisi turun-temurun masyarakat muslim di Indonesia. Makanan khas di suatu daerah pun menjadi salah satu buah tangan yang dibawa untuk keluarga di kampung. Misalnya, makanan khas Kota Malang, Jawa Timur, Ubi Jalar.
Ubi jalar menjadi salah satu makanan khas unggulan di Kabupaten Malang, tepatnya di Malang Selatan. Di jalur selatan Kabupaten Malang, khususnya di sepanjang ruas Jalan Nasional III yang menghubungkan Kota Kepanjen Malang-Blitar, banyak terdapat kios pedagang yang menjual ubi jalar. Puluhan kios pedagang ubi jalar ini berjejer rapi di pinggir jalan.
Jumiati, salah seorang pedagang Ubi jalar di Jalan Nasional III yang menghubungkan Kabupaten Malang dengan Blitar Jawa Timur. -Foto: Sultan Anshori
Sebut saja, Jumiati. Pedagang Ubi jalar ini mengaku menjual beragam jenis ubi jalar seperti cilembu, ubi madu dan ubi ungu. Menurutnya, kebanyakan pembeli merupakan masyarakat yang datang dari luar Malang, atau masyarakat yang dalam perjalanan mudik ke kampung halaman, seperti Lumajang, Blitar dan beberapa daerah di luar Kabupaten Malang.
“Ubi ini kami pasok dari daerah pegunungan Kawi, Malang, karena Ubi di sana sudah terkenal,” ucap Jumiati, saat ditemui Senin, (18/6/2018).
Jumiati mengaku, musim arus mudik Lebaran seperti saat ini, menjadi berkah tersendiri baginya. Hal tersebut karena penjualan ubi jalar miliknya, meningkat. Peningkatan penjualan, bahkan mencapai 100 persen, jika dibandingkan dengan hari biasa.
Jumiati mengatakan, jika dibandingkan dengan momen Lebaran di tahun-tahun sebelumnya, omzet penjualan ubi tahun ini hampir sama. Sementara untuk harga jual ubi, satu tandun dengan berat mencapai 3 kilogram dijualnya sehargaRp30.000.
“Kalau Lebaran pasti ramai, karena banyak masyarakat yang mudik ke kampung halaman pasti belinya di sini,” aku wanita yang sudah 15 tahun berjualan ubi, ini.
Menurutnya, ubi jalar yang paling disukai oleh anak muda, yaitu jenis ubi cilembu dan ubi ungu. Keduanya diketahui memiliki khasiat kesehatan. Selain karbohidrat sebagai kandungan utamanya, kedua ubi ini juga mengandung vitamin, mineral, fitokimia (antioksidan) dan serat (pektin, selulosa, hemiselulosa) yang baik untuk ketahanan tubuh, serta baik untuk penderita diabetes dan untuk program diet.
Wulaningsih, salah seorang pembeli asal Surabaya, mengaku setiap kali pergi ke handaitaulan di Blitar, pasti membeli ubi ini sebagai buah tangan. Ia pun beranggapan, bahwa dengan membeli produk lokal juga membantu membangkitkan usaha perekonomian rakyat kecil.
“Suka saja beli di sini. Selain itu, juga murah meriah kok, dan ubin juga bagus serta besar-besar,” ucapnya kepada Cendana News.
Ia berharap, pelaku usaha semacam ini lebih mendapat perhatian pemerintah setempat, karena dengan cara tersebut produk ini juga akan semakin dikenal masyarakat. Misalnya, dengan membuatkan para pedagang kios dengan ciri khas tersendiri, yang melambangkan ciri khas daerah tersebut.
“Selain itu, ini kan juga dalam rangka memasayarakatkan makanan pengganti beras,” kata wanita yang memiliki perawakan tinggi tersebut.
Beragam jenis ubi jalar banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Malang, khusus di daerah pegunungan Kawi. Ubi jalar juga bisa diolah menjadi berbagai macam produk olahan.
Salah satu kultivar ubi jalar yang mengandung antosianin yang tinggi, yaitu ubi jalar ungu, dapat diolah menjadi es krim, campuran selai buah, berbagai macam kue kering, kripik, tepung, kubus instan untuk bahan kolak dan sawut ubi jalar.
Lihat juga...

Isi komentar yuk