Usai Kebakaran, BPBD Aceh Pantau Lahan Gambut

206
Ilustrasi lahan gambut terbakar/Foto: Dokumentasi CDN.

BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh masih melakukan pemantauan lahan gambut yang ada di daerahnya. Hal itu tindaklanjut usai kebakaran yang menghanguskan 55 hektare hutan dan lahan di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh.

“Tim terpadu di lapangan siang dan malam, bertugas memantau enam jam sekali dengan sejumlah personel secara bergantian,” terang Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma, Rabu (13/6/2018).

Kondisi terkini, lahan gambut baik hutan dan lahan usai terbakar pekan lalu, masih mengeluarkan kepulan asap tipis. Terpantau terjadi pelepasan hawa panas di lahan yang terbakar. Jika hutan dan lahan gambut terbakar, yang terjadi adalah ibarat api dalam sekam. Bara api tersimpan di bagian dalam gambut, dan mampu bertahan hingga berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan.

BPBD Aceh Selatan melaporkan, terjadi kebakaran hutan dan lahan di dua kecamatan, yakni Bakongan di Desa Ujong Padang dengan luas lahan terbakar sekira 50 hektare. Kemudian di Kecamatan Tapaktuan di Desa Air Berudang lahan yang terbakar mencapai lima hektare. Kebakaran terjadi pada Jumat, (8/6/2018).

Di wilayah Air Berudang, titik api membakar lahan milik warga setempat baru bisa padam secara total di hari yang sama sekira pukul 23.10 WIB. Sedangkan di Desa Ujong Padang hingga Minggu (10/6/2018), masih dilakukan pemadaman di beberapa titik.

Akibat kebakaran hutan dan perkebunan kelapa sawit di Bakongan tersebut, aktivitas warga menjadi terganggu asap tebal. Kepulan asap menurunkan jarak pandang hanya sampai 16 kilometer dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat setempat. “Selain penyiraman titik api, upaya yang telah dilakukan, membuat sekat kanal sekitar hutan gambut yang terbakar. Sehingga api, tidak merambat ke areal yang lain. Kondisi kebakaran hutan gambut di Ujong Padang, Bakongan ini dapat kita kendalikan berkat kerjasama tim terpadu,” kata Cut.

Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, meminta pemilik lahan bertanggungjawab atas peristiwa terbakarnya lahan gambut di beberapa pekan terakhir. “Kepada masyarakat pemilik lahan terutama bagi pelaku pembakar hutan dan lahan agar segera melapor,” tegas Abdul saat meninjau kebakaran lahan gambut di wilayah Bakongan, Aceh Selatan.

Prajurit TNI, kepolisian dan petugas BPBD Aceh Selatan, telah berjibaku dengan titik api dan asap yang pekat. Cuaca panas terik tidak menghalangi upaya pemadaman titik api yang membakar lahan gambut di kawasan setempat. “Pemilik lahan dapat segera melapor kepada pemerintah daerah (pemda), polsek maupun koramil untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya,” kata pangdam didampingi Danrem 012/Teuku Umar, Kolonel Inf Aswardi. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.