Usia Kurang 6 Tahun, Calon Siswa SD Harus Lampirkan Surat Psikolog

Editor: Koko Triarko

1.401
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Muhaimin. –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN — Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Dasar (SD) tak lama lagi akan berlangsung, dan berbagai persiapan penerimaan siswa baru telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan.
Persyaratan PPDB yang wajib dipenuhi adalah usia minimal 6 tahun, bila usia kurang dari 6 tahun, orang tua wajib melampirkan surat keterang Cerdas Istimewa Bakat Istimewa yang dikeluarkan oleh psikolog.
Ada pun PPDB SD Negeri akan berlangsung pada 2 hingga 11 Juli mendatang, sedangkan sekolah swasta sudah dimulai sejak dua bulan yang lalu hingga kini.
“Kalau usianya kurang dari enam tahun, harus melampirkan surat rekomendasi dari psikolog, bahwa anak itu mampu mengikuti pelajaran atau masuk SD,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Muhaimin, saat ditemui Kamis, (21/6/2018).
Lanjut Muhaimin, sesuai dengan aturan Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17 tahun 2017, disebutkan minimal berusia 6 tahun pada 1 Juli 2018. Sehingga surat rekomendasi itu dilampirkan orang tua ketika mendaftarkan anaknya ke SD, bila usianya kurang dari 6 tahun.
“Tetapi dilihat juga daya tampungnya, kalau ada yang usia tujuh tahun, maka prioritaskan usia lebih dari 6 tahun,” kata Muhaimin.
Menurutnya, bila tidak melampirkan surat rekomendasi, Data Pokok Pendidikan atau Dapodik murid bisa tertolak di sistem Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengingat saat ini sistem online.
PPDB untuk sekolah dasar saat ini sudah dapat dilakukan online dan sistem telah terkoneksi langsung dengan internet.
Sedangkan kuota  untuk satu rombongan belajar (Rombel) sebanyak 28 murid, dan daya tampung untuk seluruh SD se Balikpapan ada sekitar 6.000 rombongan belajar.
Tidak hanya persyaratan usia, Muhamin menambahkan pada PPDB tahun ini juga diterapkan zonasi 90 persen. Anak yang berada atau bertempat tinggal di dekat SD maupun SMP dan SMA wajib diterima.
“Anak yang terdampak langsung dengan kegiatan sekolah terdekat, wajib diterima dan tidak ada syarat bisa baca tulis untuk calon murid SD. Kalau ada yang menerapkan itu, maka pihak sekolah melanggar peraturan,” tandasnya.
Untuk itu,  syarat yang berlaku adalah usia dan zonasi. “Bila zonasi itu masih kurang kuotanya, sekolah boleh keluar dari zonasi,” tutup Muhaimin.