Wagub: Tahun Ini Kemacetan di Padang-Bukittinggi Lebih Parah

Editor: Koko Triarko

250
PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan kemacetan lalu lintas di sejumlah jalan di Sumatera Barat pada Lebaran tahun ini lebih parah dari tahun lalu. 
Ia menyebutkan, biasanya tahun lalu pada momen Lebaran dari perjalanan Padang – Bukittinggi menghabiskan waktu sekitar delapan jam. Namun, pada Lebaran tahun ini butuh waktu sekitar 12 jam dari Padang – Bukittinggi.
“Dari Ditlantas telah berupaya melakukan mengantisipasi kemacetan di sejumlah titik. Tetapi, persoalannya Lebaran tahun ini terlihat adanya peningkatan arus lalu lintas kendaraan, yang kemungkin banyak yang pulang kampung,” katanya, Kamis (21/6/2018).
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit/Foto: M. Noli Hendra
Menurutnya, jika melihat dari inti persoalan kemacetan itu, selain kondisi jalan yang belum begitu memadai, juga ramainya perantau yang pulang serta banyaknya wisatawan yang datang ke Sumatera Barat.
Nasrul menilai, Bukittinggi memang masih menjadi primadona untuk dikunjungi banyak orang. Belum lagi, di Lembah Harau yang kini semakin bagus tata lokasi wisatanya. Hal tersebut yang membuat jalan Padang-Bukittinggi meningkat jika dibandingkan Lebaran tahun lalu.
“Bagi saya, untuk menyelesaikan persoalan ini ialah jalan di Sumatera Barat, baik itu jalan kabupaten, provinsi, maupun jalan naisonal, perlu diperlebar. Karena, saat ini jalan yang ada sepertinya masih terlalu sempit untuk menampung arus lalu lintas kendaraan,” sebutnya.
Nasrul mengaku, laporan lonjakan pengunjung ke Sumatera Barat selama Lebaran belum diterimanya. Untuk itu, dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan berupaya untuk meminta data kepada berbagai pihak, baik itu untuk jumlah kunjungan wisatawan, hunian hotel, kedatangan di Bandara Internasional Minangkabau, maupun yang masuk dari berbagai pintu perbatasan.
Sebelumnya, Dirlantas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Singgamata mengatakan, kepolisian telah melakukan upaya pencegahan terjadinya macet pada sejumlah titik, seperti dari Padang-Bukittinggi.
Di jalan Padang-Bukittinggi, ada empat titik lokasi rawan kemacetan. Pasar Lubuk Alung, Lembah Anai, Koto Baru, dan Padang Luar. Di lokasi tersebut telah dilakukan upaya mengosongkan pinggiran jalan dari parkir kendaraan dan pedagang kaki lima.
Nyatanya, upaya tersebut hanya mampu bertahan pada H+2 lebaran. Sebelumnya, mulai dari H-7 hingga H+2 kondisi lalu lintas ramai lancar. Namun, memasuki H+2, volume kendaraan meningkat dan membuat kemacetan sulit diatasi.
Lihat juga...