Walkot Balikpapan Ingatkan KPPS Antisipasi Hujan Saat Pencoblosan

Editor: Koko Triarko

234
BALIKPAPAN — Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) diminta memperhatikan cuaca, saat pelaksanaan pencoblosan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim yang akan berlangsung, Rabu, 27 Juni 2018, mengingat dari BMKG memprakirakan cuaca hujan akan turun pada hari tersebut.
Hal demikian disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, saat meninjau langsung Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sejumlah Kecamatan di Balikpapan, Selasa (26/6/2018) siang, menjelang pelaksanaan pilgub besok.
“Peninjauan ini untuk melihat langsung kelancaran pelaksanaan pencoblosan besok, bagaimana kesiapan TPS. Cuaca hujan juga harus diantisipasi, karena bisa menganggu kelancaran pencoblosan dan mengurangi kedatangan warga untuk melakukan pencoblosan,” ungkapnya, di sela pemantauan ke TPS 06 Gunung Samarinda.
Berdasarkan pengalaman 10 tahun yang lalu, katanya, saat hari pemungutan suara terjadi hujan deras dan angin kencang. Sehingga membuat tenda TPS dan perangkat pemungutan suara menjadi berhamburan.
“Karena kondisi itu, masa pencoblosan jadi diperpanjang, karena TPS harus dipindahkan. Jadi, saya ingatkan sekali lagi, tolong besok  diperhatikan betul kondisi cuaca,” tandas Rizal.
Rizal mengharapkan, Pilgub Kaltim dapat berjalan jujur dan adil tanpa ada kecurangan. “Masing-masing pihak menahan diri dengan tidak melakukan tindakan yang bisa menodai pelaksanaan Pilgub Kaltim,” ujarnya.
Pada pelaksanaan Pilgub 2018 ini, KPU menargetkan tingkat partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen. Ada pun biaya Pilgub Kaltim 2018 mencapai Rp310 miliar.
Sementara itu, Ketua KPUD Balikpapan, Noor Thoha, mengungkapkan, bila terjadi kendala hujan atau cuaca tidak menjadi masalah dan tentu akan terjadi pengunduran waktu pelaksanaan pemungutan maupun penghitungan suara di TPS.
“Kita sudah sarankan pada KPPS untuk mendirikan TPS dalam mengantisipasi hal-hal seperti cuaca. Kalau hujan terjadi hingga mengganggu proses pemungutan suara, maka ditunda dengan alasan force majeur,” paparnya.
Namun, Thoha menegaskan penundaan pemindahan lokasi TPS harus sesuai kesepakatan antara KPPS, tim dari Panwaslu dan saksi para calon.
Selain itu, pihaknya tetap optimis partisipasi pemilih mencapai 70 persen, dengan berkaca pemilu legislatif yang tingkat partisipasi pemilihnya mencapai persentase tersebut.
“Keberhasilan yang kita capai pada legislatif, harapannya terulang lagi dalam tingkat partisipasinya,” tambah Thoha.
Lihat juga...

Isi komentar yuk