Wasekjen CITOS: Video Viral PSI Sembunyikan Fakta

Editor: Mahadeva WS

3.890

JAKARTA – Komunitas Soeharto Sejati atau yang lebih dikenal dengan nama Cinta Soeharto Sejati Indonesia (CITOS INDONESIA) ada fakta yang disembunyikan di balik tayangan video tentang Jenderal Besar HM Soeharto oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Video yang viral hanya mengunggah problem kemanusiaan penanganan PKI, penembakan misterius sekitar 1982-1985, tragedy Tanjung Priok 1984, persoalan Talangsari 1989, penculikan aktivis dan mahasiswa 1997, serta tragedi Trisakti 1998.

Agus Wahid, Wasekjen DPP CITOS Indonesia, Foto. M. Fahrizal

Wakil Sekretaris Jenderal DPP CITOS Indonesia Agus Wahid mengatakan, jika melihat catatan atau data historis faktual, terlihat jelas PSI secara sengaja menyembunyikan sejumlah data dan atau informasi. PSI tidak menginformasikan motif dibalik peristiwa dan mensimplifikasi kesimpulan.

Sementara diketahui, semua bahwa gerakan sistematis pada setiap panggung peristiwa kemanusiaan ada kepentingan ambisiusitas pihak tertentu, terutama kejadian sejak 1980-an. Ada sejumlah manuver politik dalam kerangka menyingkirkan Pak Harto. Dan semua itu sama sekali tidak terinformasikan dalam video PSI tersebut.

Apapun skenarionya, PSI terlihat berupaya menggiring opini dan itu adalah sebuah kekeliruan yang sangat fatal, salah alamat, tidak tepat. Terlebih mengenai apa dan bagaimana kiprah pak Harto untuk bangsa dan negeri ini tidak ditampilkan. PSI secara sengaja serta terencana berusaha melakukan stigmatisasi negative terhadap pak Harto.

Arah pendestruksian citra negatif itu untuk tetap membenci dan atau menjauhi keberadaan keluarga pak Harto yang kini mulai bangkit ke arena politik. “Langkah PSI itu diduga untuk mendapatkan simpati rezim, atau dalam hal ini layak diduga juga bahwa PSI ikut menjalankan peran pendestruksikan citra atas titah rezim agar publik tetap alergi terhadap keluarga pak Harto dan partai yang dikibarkannya. Minimal PSI berusaha menterjemahkan syahwat politik sang rezim. Memang analisis ini tafsiran dan bersifat subjektif, namun jika kita cermati “silaturahim” fungsionaris PSI ke “istana” hal itu menunjukan sinyal-sinyal korelatif, ada pesan khusus yang bersifat simbiosis-mutualisme,” jelasnya, Jum’at, (1/6/2018).

Dimata CITOS, video PSI itu bukan hanya berlebihan. Tetapi terlalu mendramatisasi, dan jauh dari fakta kebenaran. Untuk itu CITOS mengambil langkah mengadakan jumpa pers dengan misi meluruskan sejarah yang sebenarnya. Dan meminta PSI segera meminta maaf secara terbuka atas tindakan cerobohnya tersebut.

CITOS juga meminta PSI mencabut atau menarik peredaran video tersebut. CITOS, melakukan somasi, dikarenakan video tersebut sudah viral. CITOS akan melaporkan ke Polri atas tindakan pencemaran nama baik Pak Harto dan keluarga serta para pihak (organisasi atau perorangan) yang merasa dirugikan.

“Terhitung hari ini (Jumat, 1/5/2018), kita sudah putuskan jika memang PSI tidak meminta maaf dan tidak menghapus video tersebut, maka akan kita bawa ke jalur hukum, kita laporkan ke Polri dan Bawaslu. Kita tunggu 1×24 jam,” tegasnya.

Penasihat Hukum CITOS Drs. Fuadi Hartono,SH.MBA menambahkan, postingan Video PSI tentang Jenderal Besar H.M Soeharto sebagai pemimpin Orde Baru yang banyak melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) bermotif politik. Hal itu dilakukan PSI secara tricky dengan langkah mendramatisasi setiap peristiwa tanpa menelusuri data atau informasi dibalik peristiwa.

Ada penyembunyian data faktual. Tidak hanya itu, PSI dengan sengaja menyembunyikan aktor intelektual dari setiap peristiwa pelanggaran HAM tersebut. Bahkan PSI juga menyembunyikan desain politik rivalitas yang sejatinya dimainkan actor intelektual itu.

“Kita disini ingin menyampaikan kepada khalayak bahwa video yang di posting PSI banyak sekali adanya pembelokan sejarah. Dan kita disini ingin meluruskan fakta yang sesungguhnya supaya publik jangan sampai menjadi korban penggiringan opini para pihak yang tendensius. Bangsa ini sudah saatnya mendapatkan bacaan yang jujur (objektif), untuk misi harmonitas dan kedamaian berbangsa dan bernegara,”Jelasnya.

Fuadi menilai, melalui video yang di posting tersebut PSI sudah sangat jelas sengaja mengumbar sejumlah isu untuk membangun kebencian, sekaligus mengajak berbagai komponen bangsa ikut membenci pak Harto dan keluarganya. Hal itu secara sistematis berusaha merintangi hak-hak hidup keluarga Pak Harto termasuk hak politiknya.

Disampaikan lagi, jika memang PSI cerdas, maka partai yang merupakan besutan Geffrie Geovanie yang notabene diback up oleh di antara Sembilan Naga, seharusnya mampu menggali informasi yang lebih dalam lagi tentang sejarah dan fakta Jenderal Besar H.M Soeharto.

Apa yang terdapat didalam video yang diposting PSI sama sekali tidak sesuai dengan fakta sejarah, menghilangkan kebenaran factual. Dan menjadi manuver politik dari para elite PSI dalam usahanya untuk mengkebiri keluarga Pak Harto yang kini sedang melangkah menuju Indonesia yang lebih baik.

“Jika ingin dikenal masyarakat lakukan yang baik dengan tidak menyudutkan atau menjatuhkan lawan dengan pakai cara yang tidak bagus. Mengambil peribahasa jawa “Nglurug tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake”. Sayangnya PSI tidak mengerti peribahasa tersebut”,” katanya.

Dengan demikian CITOS Indonesia akan mengambil sikap jelas dan tegas secara hukum guna untuk pembelajaran kepada siapapun terlebih kepada PSI. Partai yang telah memvideokan sosok Pak Harto secara tendensius dan picik serta menyesatkan kebenaran sejarah. Sikap ini semata-mata demi keharmonisan tata hubungan sosial, politik, dan bahkan ketatanegaraan.

“Kita akan bawa ke ranah hukum jika PSI tidak meminta maaf secara terbuka dan menghapus semua video yang sudah mereka posting,” pungkasnya.

Lihat juga...
1 Komen
  1. Java Harmony berkata

    Kalau mau diambil langkah hukum silahkan saja. Tapi menurut hemat saya, perang di medsos harus diladeni juga melalui medsos. Ini kan perang opini. Kalo lewat jalur hukum, malah bisa dijadikan panggung oleh PSI untuk mendulang kepopuleran lewat publikasi gratis, spt perseteruan PSI dg Bawaslu kemarin. Jangan terpancing irama yg dimainkan PSI. Saya tdk bermaksud menggurui, tp angin belum berpihak ke Cendana. Nanti juga akan tiba waktunya…enjoy aja pak.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.