Wisata di Sumbar Banyak Dikeluhkan

Editor: Mahadeva WS

622

PADANG – Kegiatan pariwisata di Sumatera Barat masih mendapatkan banyak keluhan dari pengunjung. Pada rapat evaluasi lebaran yang dilakukan pemerintah setempat, hal yang diprotes diantaranya, fasilitas toilet yang minim, hingga terjadinya pungutan tidak wajar kepada pengunjung.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit/Foto: M. Noli Hendra

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, pemerintah daerah telah menyampaikan himbauan kepada pengelola tempat wisata untuk memberikan rasa aman, nyaman dan pelayanan yang baik kepada pengunjung. Namun yang terjadi, masih ada laporan negatif mengenai rasa aman di lokasi wisata.

“Saya masih mendapat laporan adanya sejumlah persoalan. Diantaranya di Bukik Cindangkiak di Kabupaten Solok yang minim toilet, padahal jauh hari sudah dihimbau untuk menyediakan toilet darurat dan bisa berkoordinasi dengan dinas terkait, ternyata tidak direspon,” katanya, Kamis (28/6/2018).

Persoalan di Bukik Cindangkiak, Kabupaten Solok yang tersebar di media sosial menyebutkan, ada biaya pungutan yang tidak sesuai dengan fasilitas yang disediakan. Diantaranya, saat masuk ke lokasi dipungut Rp10 ribu per-orang, sementara biaya parkir mobil Rp10 ribu dan untuk kendaraan roda dua Rp5 ribu.

Akan tetapi setelah sampai di lokasi, pengunjung susah mencari tempat parkir kendaraan. Dan saat masuk ke lokasi wisata, pengunjung kembali harus membayar Rp35 ribu per orang. Tidak hanya itu, ketika duduk di pondok juga membayar Rp100 ribu untuk dua jam, serta tambahan sewa lagi sebesar Rp50 ribu.

Uang demi uang yang keluar, tidak diiringi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai. Bahkan pengunjung tidak mendapatkan tempat yang bisa untuk melakukan salat. Keluhan lain adalah, tidak adanya ketersediaan air bersih di fasilitas ruang ganti. “Persoalan itu tersebar di media sosial. Kita selaku pemerintah tentu tidak menginginkan hal tersebut. Meski wisata itu dikelolah oleh pihak swasta, dampaknya dapat berakibat kepada wisata di Sumatera Barat lainnya,” ujarnya.

Nasrul menyebut, juga mendapatkan keluhan dari wisata di Kabupaten Solok. Ada praktik premanisme di Pantai Air Manis, Kota Padang. Ada pemuda yang meminta pungutan di luar kepantasan yang jumlahnya mencapai Rp50 ribu. “Untuk hal ini, saya telah perintahkan Dinas Pariwisata menindaklanjuti, jika perlu memakai bantuan petugas Pol PP dalam pengamanan detinasi pariwisata, tentunya itu bisa dilakukan,” jelasnya.

Berbagai persoalan yang dilaporkan masyarakat di destinasi wisata dihimpun melalui hotline yang telah disiapkan. Dimasa yang akan datang diharapkan persoalan yang dapat berdampak buruk terhadap pariwisata Sumbar tersebut tidak terjadi lagi.

“Kita terus melakukan pembenahan, masing-masing kabupaten dan kota juga telah diminta untuk meningkatkan pembenahan dalam pengelolaan destinasi pariwisatanya. Sumbar sebagai daerah yang banyak destinasi wisata unggulan akan banyak dikunjungi wisatawan, tugas kita bersama bagaimana orang yang berkunjung merasa nyaman saat berada di daerah kita ini,” tegasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk