Yuk Kenalan dengan Buah Maja di Taman Buah Mekarsari

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

462

JAKARTA — Dia adalah buah yang memiliki pohon yang sangat menarik. Bertubuh pendek. Bercabang dari sejak pangkal batang. Lalu batang serta cabang pohonnya dipenuhi buah berbentuk bundar, berkulit halus, dan berwarna hijau sebesar melon. Dia adalah maja berenuk, salah satu koleksi milik Taman Buah Mekarsari.

Maja berenuk atau calabash tree, Crescentia cujete berasa dari Amerika Selatan. Maja berenuk baru diintroduksi oleh bangsa Eropa ke Pulau Jawa pada tahun 1600an.

Meski berpenampilan cukup menarik, daging buah maja berenuk beracun. Daging berwarna putih itu hanya bisa dimanfaatkan sebagai pestisida, atau media pengembangan mikro organisme lokal (MOL). Tempurungnya yang keras sering digunakan untuk bahan kerajinan.

“Zaman dahulu, tempurung maja berenuk digunakan sebagai takaran beras dan gayung,” kata Marketing Komunikasi Taman Buah Mekarsari, Firman Setiawan kepada Cendana News.

Maja berenuk banyak dijumpai tumbuh sebagai pagar kebun dan halaman. Tanaman ini diperbanyak dari benih stek cabang. Sebab dalam daging buah maja berenuk tak terdapat biji.

Meski bukan buah asli Indonesia, tanaman ini secara resmi telah dijadikan flora identitas Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Padahal Situs Trowulan, lokasi berdirinya Kerajaan Majapahit, terletak di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Buat yang penasaran ingin melihat buah yang menjadi identitas Kabupaten Mojokerto, Jatim, cukup berkunjung ke Taman Buah Mekarsari. Sebab di sini, bisa melihat maja berenuk yang beracun.

Itu dilakukan Taman Buah Mekarsari untuk menjaga kelangsungan hidup buah langka dan bersejarah, sebagaimana amanah istri tercinta mendiang Presiden Kedua Republik Indonesia, Ibu Tien Soeharto.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.