10 IKM di Sikka Dilatih Disain Kemasan

Editor: Mahadeva WS

216

MAUMERE – Untuk mengembangkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang ada di Kabupaten Sikka, Dinas Perindustrian NTT bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, memberi pelatihan 10 IKM yang selama ini telah eksis menjalankan usahanya di Sikka.

“Pelatihan ini diberikan untuk pengembangan usaha kelompok tersebut, termasuk menghasilkan produk yang bagus, pembuatan desain dan kemasan yang menarik serta pemasaran produknya,” jelas Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, Ir.Lukman,MSi bersama Kabid Perindustrian Tadeus Pega, Selasa (24/7/2018).

Kepala bidang Perindustrian dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM kabupaten Sikka. Foto : Ebed de Rosary

Menurut Tadeus, pemilik usaha  yang dipilih merupakan IKM yang selama ini telah memiliki produk dalam bentuk kemasan dan dijual ke kios, toko bahkan ke beberapa minimarket di Kabupaten Sikka. “Pelatihan lebih difokuskan pada pembuatan desain kemasan produknya agar tampilannya lebih menarik. Selain itu tentang teknik pengemasan dan pengepakan agar produk bisa bertahan lama,” tambahnya.

Setelah pelatihan yang digelar 9-13 Juli 2018 lalu, diserahkan bantuan tiga unit peralatan Continuous Band Sealer, mesin pengemas untuk menyegel kantong kemasan berbahan dasar plastik, aluminium foil maupun kombinasi keduanya. Mesin dilengkapi dengan meja conveyor yang digerakan oleh motor listrik. Penyegelan dapat berlangsung secara terus menerus dan hasil kemasan produknya lebih kuat sehingga udara tidak bisa masuk ke dalam kemasan.

Salah satu peserta pelatihan, Margareta Setia Rahayu dari Dapur Daun yang memproduksi keripik pisang, ubi, talas, sukun, emping jagung serta abon ikan Tuna menyebut, pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat. Apalagi Margareta mendapatkan bantuan mesin pengemas yang berukuran besar.

“Saya bersyukur mendapat bantuan mesin pengemas berukuran besar sebab hasil produksi saya sudah dijual di hotel-hotel, toko, restoran serta mini market di seantero Kota Maumere. Kapasitas produksinya pun telah meningkat semenjak memulai usaha lima tahun lalu,” tuturnya.

Saat ini produk keripik Wailiti telah banyak dibeli untuk dibawa ke luar daerah dan dijadikan oleh-oleh. “Produk keripik Wailiti telah mendapat sertifikat halal yang diurus oleh dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka sehingga mulai banyak dikonsumsi masyarakat. Dengan mendapatkan bantuan mesin pengemas saya ingin mengembangkan produk sehingga bisa memberdayakan masyarakat lainnya di sekitar tempat tinggal saya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...