20 SD di Sikka Jalankan Program Sekolah Aman

Editor: Mahadeva WS

222

MAUMERE – Yayasan Flores Sejahtera (Sanres) bersama Plan Internasional Sikka telah melaksanakan program sekolah aman bencana di 20 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah di Kabupaten Sikka.

Rosa Mistika, kordinator program sekolah aman Yayasan Flores Sejahtera (Sanres). Foto : Ebed de Rosary

Pelaksanaanya sudah dijalankan sejak lembaga tersebut bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) kabupaten Sikka di 2012 lalu. “Faktanya sudah banyak hal yang dihasilkan dalam implementasi program sekolah aman bencana ini baik di komunitas sekolah pelaksana maupun di tingkat kabupaten Sikka,” sebut Kordinator Program Sekolah Aman Sanres Rosa Mistika, Senin (2/7/2018).

Di tingkat institusi lembaga pendidikan dasar, komunitas sekolah sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai sekolah aman. Sudah ada fasilitas kesiapsiagaan menghadapi bencana. Programnya juga sudah didukung kebijakan kepala sekolah untuk mengalokasikan anggaran.

“Kepala sekolah sudah mengeluarkan kebijakan mengalomasikan anggaran dana dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk program sekolah aman. Juga sudah ada pengembangan pendidikan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di SD dan Madrasah,” tambahnya.

Di tingkat kabupaten, sudah ada Tool Monitoring and Evaluation (Monev) sekolah aman. Sudah dibentuk sekretariat sekolah aman. Juga sudah ada regulasi yang berkaitan dengan sekolah aman di Kabupaten Sikka. Hal itu memperlihatkan keseriusan penerapan sekolah terutama di jenjang pendidikan SD oleh pemerintah daerah.

Staf Sanres untuk program sekolah aman Arnoldus Djem menambahkan, Muatan Lokal (Mulok) adalah program pendidikan dan pengajaran yang menyesuaikan isu dan kondisi atau kearifan lokal. Mulok yang dibuat memang belum sempurna, namun akan ada perbaikan bila ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam penerapannya.

“Mulok merupakan kegiatan kurikuler pengembangan kompetensi yang diselaraskan dengan ciri khas dan potensi lokal termasuk keunggulan daerah yang materinya tidak dapat dikelompokan ke dalam mata pelajaran yang ada,” jelasnya.

Pembuatan Mulok telah melewati proses diskusi panjang dan alot dalam pembahasannya. Namun saat ini sudah mendapatkan persetujuan Dinas PKO Kabupaten Sikka. Hanya ada tiga Mulok yang dipergunakan yakni Mulok Kemaritiman, Mulok Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dan Mulok Bahasa Inggris.

“Ketiga Mulok ini telah difinalisasi dan mulai diterapkan di 345 SD dan Madrasah di Kabupaten Sikka. Pelaksanaanya sudah sesuai dengan amanah regulasi yang tertuang dalam surat keputusan Bupati Sikka,” pungkasnya.

Lihat juga...