2017, Tiga Warga Flotim Meninggal Akibat Rabies

Editor: Satmoko Budi Santoso

224

MAUMERE – Selama tahun 2017 kabupaten Flores Timur (Flotim) menempati peringkat pertama kasus kematian warga akibat terkena gigitan ajing yang positif mengidap virus rabies. Jumlah ini terbanyak di antara 8 kabupaten yang ada di pulau Flores dan Lembata.

“Kabupaten Flotim ada tiga warganya meninggal karena rabies selama tahun 2017. Dua pasien saya sendiri yang menangani kasus di rumah sakit TC Hillers Maumere,“ kata dr. Asep Purnama, sekretaris Komite Rabies Flores dan Lembata, Senin (23/7/2018).

Untuk wilayah Flores dan Lembata, terang dokter Asep, jumlah kematian akibat kasus gigitan anjing positif rabies terus mengalami peningkatan. Tahun 2014, ada 1 korban meninggal sia-sia karena rabies, tahun 2015 menjadi 2, 2016 jumlahnya 6, dan tahun 2017 meningkat menjadi 10 orang yang meninggal dunia.

Dokter Asep Purnama, sekretaris Komite Rabies Flores dan Lembata. Foto : Ebed de Rosary

“Pemda Flotim harus tetap waspada terhadap berkembangnya virus rabies ini dan melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies seperti anjing dan monyet. Lewat tulisan terus menerus, wartawan bisa membangkitkan kembali kesadaran dan semangat warga Flores melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan rabies,” sebutnya.

Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli, berterima kasih atas informasi ini dan telah meminta semua pihak, tenaga medis, pemerintah kecamatan, kepala desa dan lurah agar memberikan kesadaran kepada masyarakat supaya segera melakukan vaksinasi anjing peliharaannya.

Flotim memang sangat potensial penularan penyakit rabies karena hampir semua masyarakat memelihara anjing baik di kota maupun di desa. Masyarakat masih belum sadar dan tidak paham terkait perubahan perilaku pada anjing yang sudah tertular rabies.

Saat petugas dari Dinas Pertanian hendak melakukan vaksinasi pada anjing, masyarakat tidak bersedia bahkan menyalahkan petugas sebab setelah divaksin, tidak lama kemudian anjing peliharaan mereka mati.

“Ini pemahaman yang salah sebab bila anjing tersebut mati usai divaksin maka anjing tersebut pasti sudah positif tertular rabies. Kalau anjing sudah mulai menghindar ke tempat gelap, sering menyalak, sebaiknya segera dibawa ke petugas di dinas untuk divaksin,” tegasnya.

Penyebaran virus rabies pada anjing sangat cepat, sebab aniing yang tertular rabies bukan saja menggigit manusia, tetapi juga akan menggigit anjing lainnya. Anjing lain pun akan dengan mudah tertular dan dalam sekejap penyakit rabies akan menyebar.

“Ada tiga fase yang tidak disadari pemilik anjing, tapi bisa diketahui seperti bila ditemukan nafsu makan pada anjing menurun dan suka menyalak, segera divaksin. Tapi kalau sudah fase gila, anjing akan mudah menularkan virus mematikan kepada manusia sebab akan menjadi sangat galak dan menggigit siapa pun,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.