2020, Pemerintah Targetkan Ekspor Jeruk

Editor: Koko Triarko

266
MALANG – Satu juta bibit jeruk dan pupuk dibagikan Kementerian Pertanian secara gratis kepada masyarakat, guna menekan angka impor jeruk dari luar negeri.
Menteri Pertanian, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, menyebutkan, pemerintah tahun lalu telah menjanjikan akan membagikan 30 juta batang bibit unggul dan pupuk ke seluruh Indonesia.
“Hari ini kita mulai pengiriman dengan mengirimkan satu juta batang jeruk beserta pupuk dan pendampingan secara gratis,” jelasnya, ketika menghadiri acara Launching Bantuan Sejuta Benih Unggul Jeruk untuk Rakyat di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Kota Batu, Selasa (17/7/2018).
Menurutnya, Indonesia sebenarnya mampu untuk mengekspor jeruk, hanya saja persoalannya para petani sudah terbiasa menanam bibit yang tidak unggul. Padahal, bibit jeruk unggul kita, hasilnya tidak kalah dengan jeruk impor.
Untuk itu, dengan  menanam satu juta benih unggul jeruk di 2018, diharapkan akan bisa menekan persentase impor sebanyak 25 persen. Kemudian di tahun berikutnya akan dibagikan lagi dua juta bibit unggul yang diperkirakan bisa menekan impor sebanyak 75 persen.
“Dan, pada 2020, kita sudah tidak lagi bicara impor, tetapi kita sudah bercerita ekspor jeruk ke berbagai negara,” ungkapnya, optimis.
Disebutkan Andi, nantinya bibit-bibit unggul jeruk tersebut akan dikirimkan ke berbagai daerah di Indonesia yang memiliki kondisi agroklimat sesuai dengan kebutuhan tanaman jeruk untuk bisa tumbuh dan berkembang.
“Jadi kita mengirimkannya berdasarkan keunggulan sesuai dengan agroklimatnya, dan kultur budaya dari daerah setempat. Tidak boleh kita mengirim bibit jeruk ke daerah yang sebenarnya iklimnya tidak cocok untuk pertumbuhan jeruk,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan, bahwa Indonesia telah membuktikan kepada dunia, bahwa Indonesia sudah bisa mengekspor berbagai komoditas pertanian ke berbagai negara.
“Kalau dulu kita impor jagung 3,5 juta ton dengan nilai 10 triliun, tapi hari ini kita tunjukkan pada dunia, kita sudah bisa ekspor jagung ke enam negara. Begitu pula dengan bawang merah,” sebutnya.
Selain itu, katanya, dalam sejarah pertanian Indonesia, pertama kali Indonesia bisa mengekspor telur ayam hingga bisa tembus ke negara Jepang.
“Kami punya mimpi besar, di 2045, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia. Dan, insyaallah mimpi itu bisa jadi kenyataan,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...