banner lebaran

300 Remaja se-Indonesia Ikuti GenRevolution Berteman

212

MANADO — Sebanyak 300 remaja se-Indonesia mengikuti kegiatan GenRevolution Berteman (bersih, tertib dan mandiri) yang dilaksanakan 4-6 Juli 2018, dalam rangka memperingati ke XXV Hari Keluarga Nasional di Manado, Sulawesi Utara.

“Kegiatan itu sebagai upaya meningkatkan kreatifitas remaja (pendidik sebaya) dalam pengembangan kegiatan-kegiatan pada kelompok Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja,” kata Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, M. Yani, Kamis (5/7/2018).

Dalam kegiatan itu, peserta saling bertukar pengalaman antara sesama remaja yang tergabung didalam PIK Remaja dan menjalin kebersamaan di antara pengelola PIK Remaja seluruh Indonesia khususnya dalam melakukan problem solving terhadap masalah remaja serta menumbuhkan semangat dan rasa memiliki wadah PIK Remaja bagi setiap remaja yang bergabung dalam PIK Remaja.

Menurut dia, remaja saat ini akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia, generasi yang pada tahun 2045, saat Indonesia memasuki usia 100 tahun merdeka, akan berusia antara 35-54 tahun, generasi ini akan berada pada usia produktif sehingga secara pasti mewarnai dan menjadi nahkoda bangsa ini.

“Saya mengharapkan para remaja dapat menjadi motivator dan rule model paling tidak dilingkungan masing-masing dalam menerapkan nilai-nilai revolusi mental menjadi remaja yang berkarakter dengan memiliki integritas, etos kerja dan gotong royong atau toleransi, kemajuan bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia harapan ini tentunya ada pada kalian remaja Indonesia,” katanya.

Kepala Kesbangpol Provinsi Sulawesi Utara, Meki Onibala, mengatakan remaja adalah sumber daya utama yang akan menjadi tumpuan keluarga dan bangsa, menjadi pilar pembangunan dan masa depan.

“Remaja yang hadir pada GenRevolution Berteman harus dapat memanfaatkan acara ini untuk meningkatkan kapasitas diri dan meningkatkan persaudaraan pertemanan, memperkokoh generasi muda yang mampu menjauhi hal negatif seperti narkoba, seks bebas. Harus menjadi remaja yang berkarakter. Membangun identitas diri dengan memperhatikan aspek moralitas, intelektual, leadership,” kata Meki Onibala.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah mengembangkan GenRe (Generasi Berencana) sebagai intervensi terhadap tantangan dan permasalahan remaja di Indonesia. GenRe dilaksanakan BKKBN bersama mitra kerja melalui 2 pendekatan.

Pertama, pembentukan PIK-R dengan sasaran remaja berusia 10-24 tahun dan belum menikah. Kedua, pembentukan kelompok kegiatan (poktan) Bina Keluarga Remaja (BKR), yang menyasar keluarga dan orang tua, khususnya yang memiliki remaja. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.