435 Hektare Lahan Pertanian di Parigi, Bergantung Hujan

188
Lahan pertanian, ilustrasi -Dok: CDN
PARIGI – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikulura dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong, Nelson Metubun, mengatakan daerahnya masih memiliki sekitar 453 hektare areal pertanian sawah tadah hujan.
Sawah ini menggunakan sistem pengairan yang sangat mengandalkan curah hujan, atau dikenal dengan padi gogo atau padi ladang.
“Lahan persawahan padi gogo tersebar di empat kecamatan di Parigi Moutong,” kata Nelson, di Parigi, Selasa (10/7/2018).
Empat kecamatan yang memiliki lahan sawah tadah hujan itu berada di Kecamatan Palasa seluas 104,75 hektare, Tinombo seluas 120 hektare, Parigi Tengah 75 hektare dan Kecamatan Kasimbar 153.25 hektare.
“Dari empat kecamatan, Kecamatan Kasimbar yang memiliki lahan cukup besar, namun realisasi di bulan April seluas 77 hektare, sementara di bulan Mei menurun hanya seluas 36 hektare,” ungkap Nelson.
Sektor pertanian padi merupakan komoditas unggulan di kabupaten itu yang saat ini masih menjadi salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional.
Meski begitu, padi gogo hanya sebagai pendukung di sektor pertanian padi, di mana masa tanam dan panen hanya dapat dilaukan setahun sekali, karena prosesnya hanya bergantung pada hujan, jika musim penghujan tiba, maka musim taman mulai berjalan.
Produksi padi gogo di kabupaten itu hanya sebesar 2,6 ton per hektare, atau sangat jauh dengan produksi padi sawah irigasi. “Sebagian masyarakat Parigi Moutong masih mempertahankan model pertanian tradisional, hanya mengandalkan hujan. Pertanian ini rata-rata masyarakat yang berada di wilayah pegunungan,” jelas Nelson.
Parigi Moutong di tahun ini menargetkan produksi padi sawah milik petani kurang lebih 307.976 ton, atau sekitar 30 persen dari total target Sulteng. Untuk mendukung target tersebut, maka luas pertanian padi di kabupaten itu ditetapkan 59.088 hektare. (Ant)
Baca Juga
Padi Petani Lembantongoa Diserang Hama Tikus SIGI --- Petani di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, mengeluhkan tanaman padi di wilayah itu diserang hama tikus mengakibat...
Harga Cengkih di Morowali Utara Turun MOROWALI UTARA – Harga cengkih di Kabupaten Morowali Utara dan Morowali, Sulawesi Tengah, dalam beberapa pekan terakhir turun drastis. Kondisinya dila...
Sulteng Target Tambah Lahan Pajala 33.709 Hektare PALU --- Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan luas tambah tanam (LTT) upaya khusus (Upsus) Padi, Jagung dan kede...
Penyuluh Diminta Fokus Dampingi Petani PALU - Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Trie Iriani Lamakampali, meminta penyuluh pertanian untuk lebi...
Pinang dan Cengkih Sulit Ditemukan di Kendari KENDARI – Dua komoditas perkebunan pinang dan cengkih sulit ditemukan di sejumlah pasar tradisional maupun pasar tertentu di Kota Kendari, Sulawesi Te...
Sasaran Produksi Cabai Rawit Sulteng 26.814 Ton PALU --- Sasaran produksi komoditi hortikultura, khususnya cabai rawit di Provinsi Sulawesi Tengah pada 2018 ini ditetapkan sebesar 26.814 ton. Kep...
19 Desa di Sigi Sulteng Jadi Sentra Pengembangan K... SIGI --- Sebanyak 19 desa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menjadi sentra pengembangan kopi yang merupakan merupakan komoditas perkebunan primadona...