Adimas Soekidin, Bangga Komik Indonesia Semakin Berkembang

Editor: Mahadeva WS

253
Komikus Adimas Soekidin ( Foto Akhmad Sekhu )

JAKARTA – Komikus Adimas Soekidin merasa bangga karena komik Indonesia sudah semakin jauh berkembang. Kondisi saat ini berbeda dengan saat dirinya masih kecil.

Kala itu, Indonesia dibanjiri komik-komik Jepang, sehingga sangat jarang didapatkan komik-komik karya anak negeri. Adimas yang mengaku sejak kecil sudah bikin komik, semakin banyak memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri. Karya-karyanya bisa tersebar ke berbagai penjuru dunia. Keberadaan dunia maya memungkinkan Dirinya untuk mempromosikan komik ciptaannya tanpa batas ke seluruh dunia.

“Saya membuat komik My Pet is a Warlord yang berkisah tentang seorang anak SMA yang menjalani kehidupannya yang normal tapi kemudian berubah saat harus memelihara seekor anjing setinggi dua meter karena mengalami kejadian yang luar biasa,” kata komikus Adimas Soekidin, Rabu (11/7/2018).

Ide pembuatan komik My Pet is a Warlord, berawal dari keinginan membuat komik yang terdiri dari gabungan dari kehidupan biasa dengan fantasi menjadi satu. “Fantasinya anjing setinggi dua meter itu datang ke dunia manusia dari dimensi lain, yang sebenarnya di dunia manusia untuk menjadi anjing piaraan,” bebernya.

Adimas mengaku mulai membuat komik dari kecil karena suka menggambar. Kegiatan sehari-hari Adimas diisi dengan membuat komik. “Dunia komik sekarang di Indonesia sudah sangat berkembang, komik sekarang sudah menjadi barang normal, tidak seperti masa saya kecil dulu, yang jarang sekali saya dapatkan komik karya negeri,” tandasnya.

Pada saat kecil, Adimas menyukai komik-komik Jepang yang disebut manga. Seperti Dragon Ball, Kungfu Boy, Doraemon. Harapan Adimas, komik Indonesia sekarang semakin maju dan berkembang. “Untuk itu, perlu dukungan dari berbagai pihak untuk mendukung komik Indonesia bisa semakin maju dan berkembang, “ tegasnya.

Komik Indonesia sekarang sudah mulai disukai di luar negeri. Dan semua itu tergantung kreatifitas komikus untuk mempromosikan karyanya. Teknologi yang ada tidak memberi batasan lokal atau internasional untuk melakukan promosi. “Dunia maya dunia internet memang memungkinkan komunikasi kita di seluruh dunia tanpa batas,” tandasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.