Agustus, Pemesanan Tiket Rinjani, Online

Editor: Satmoko Budi Santoso

226
Kepala Balai Taman Global Geopark Rinjani, Sudiyono/Foto : Turmuzi

MATARAM – Kepala Balai Taman Global Geopark Rinjani, Sudiyono mengatakan, mulai bulan Agustus 2018, pihak pengelola Rinjani mulai memberlakukan pembelian tiket masuk Rinjani secara online.

“Mulai Agustus, wisatawan yang hendak melakukan pendakian tidak perlu lagi melakukan pembelian tiket secara manual, tapi bisa dilakukan secara online,” kata Sudiyono, Senin (23/7/2018).

Melalui kebijakan tersebut, nanti masyarakat maupun wisatawan bisa memesan tiket melakukan pendakian Rinjani beberapa hari sebelum melakukan pendakian dan bisa dilakukan dari manapun.

Dikatakan, pemberlakukan pembelian tiket masuk Rinjani secara online melalui e-rinjani sendiri dilakukan setelah melalui proses sosialisasi, baik kepada wisatawan maupun pelaku pariwisata.

“Para pelaku usaha jasa wisata menyambut baik sistem ticketing pendakian secara online dengan semangat no cash dan zaman now, di mana semua ticketing dapat dikerjakan lewat tangan,” katanya.

Dikatakan, melalui e-rinjani, perjalanan pendakian akan lebih tertata dan data base pendakian dapat secara langsung termonitor. fitur e-rinjani mengikuti e-commerce pada umumnya dan berupa e-ticket dengan pembayaran menggunakan metode transfer, e-money, mesin EDC, maupun loket PPOB yang merupakan kerja sama pihak ketiga dengan desa di pintu pendakian.

E-money yang akan diberlakukan merupakan konversi ID card berisi data pelaku usaha, baik trek organizer, guide, dan porter yang digabungkan dengan rekening virtual.

Sebelumnya, Sekda NTB, Rosiady Sayuti juga berharap dengan pemberlakukan sistem pemesanan tiket secara online diharapkan bisa semakin memudahkan wisatawan dan para pendaki, juga bisa menarik minat banyak wisatawan melakukan pendakian.

Sebagai langkah mendukung pembelian tiket secara online, termasuk daya dukung informasi, pemerintah pusat juga menggelontorkan anggaran senilai Rp3,5 miliar untuk pembangunan pusat informasi.

“Status Rinjani sekarang ini kan sudah Global Geopark, maka untuk menunjang hal tersebut, harus didukung dengan kemudahan akses informasi memadai. Itulah sebabnya pemerintah membangun pusat informasi di kawasan Sembalun Lombok Timur,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...