banner lebaran

Ahmad Subhan Diminta Kooperatif Dengan KPK

Editor: Mahadeva WS

299
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta mantan Wakil Bupati Malang Ahmad Subhan untuk memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik lembaga anti rasuah tersebut.

Hal tersebut disampaikan setelah Ahmad Subhan mangkir dari pemeriksaan penyidik KPK. “Seharusnya Kamis (12/7/2018), penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap Ahmad Subhan. Namun hingga malam tidak datang. Kami meminta yang bersangkutan kooperatif dan memenuhi undangan panggilan pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Kamis (12/7/2018).

Subhan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan penerimaan suap yang menjerat mantan Bupati Mojokerto periode 2014-2019 Mustafa Kamal Pasha. KPK meyakini, Subhan mengetahui aliran dana suap perizinan pembangunan sejumlah tower telepon seluler di Kabupaten Mojokerto pada 2015 lalu.

Subhan merupakan teman dekat atau orang kepercayaan Mustafa saat dirinya masih menjabat sebagai kepala daerah. Subhan diduga berperan sebagai pihak perantara suap atau penyuap. Uang tersebut kemudian diberikan secara bertahap kepada Mustafa hingga totalnya mencapai Rp2,7 miliar.

Mustafa diduga meminta sejumlah imbalan atau hadiah agar perizinan pendirian menara atau tower berjalan lancar dan tanpa hambatan. Dalam kasus tersebut penyidik KPK menetapkan dua perusahaan swasta sebagai tersangka pemberi suap kepada Mustafa. Masing-masing tersangka OKV sebagai Permit & Regulatory Division Head PT. Tower Bersama Infrastruktur dan tersangka OW sebagai Direktur Operasional PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia.

KPK telah menahan Mustafa, OKV dan OW, ketiganya kini sedang menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK di Jakarta. “Minggu depan Subhan kembali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan, kami berharap yang bersangkutan hadir, karena dirinya sudah dua kali tidak datang,” pungkas Febri Diansyah.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.