ALFI: Aplikasi Inaportnet Kemenhub Belum Berdampak Efisiensi

Tumpukan peti kemas. Foto Ferry Cahyanti

JAKARTA — Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menilai sistem aplikasi Inaportnet barang dan layanan “Delivery Order” (DO) yang diluncurkan Kementerian Perhubungan pada akhir Juni lalu belum membawa dampak efisiensi logistik.

Ketua Umum DPP ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, aplikasi Inaportnet 2.0 yang diklaim dapat meningkatkan efisiensi waktu, dinilai belum berdampak pada pemangkasan “dwelling time” di pelabuhan.

“Setelah diluncurkan sistem aplikasi inaportnet barang v.2.0 dan layanan DO online kami tidak merasakan adanya pengaruh signifikan bagi anggota ALFI. Yang paling penting adalah bagaimana penebusan DO secara otomasi dari pelayaran dan pemilik barang atau yang dikuasakan,” kata Yukki melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Menurut dia, DO online yang baru diluncurkan tersebut masih belum menggunakan sistem virtualisasi sebagaimana yang dicanangkan sejak awal. Oleh karenanya, pengambilan DO masih menggunakan cara manual melalui email atau cara scan sehingga tetap memakan waktu cukup lama.

Lebih lanjut, Yukki mengatakan AFLI mendukung sistem hub terintegrasi dari pengguna jasa, pelayaran, terminal operator di pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I-IV dan bermuara ke INSW (Indonesia National Single Window) sebagai satu kesatuan sistem.

“Tentunya hal ini akan membawa manfaat bagi pemerintah, dan stake holder pelabuhan dan logistik,” papar Yukki.

Senada dengan itu, Sekretaris Umum DPW ALFI, Adil Karim, berpendapat dalam pelaksanaan DO online semestinya perusahaan pelayaran, terminal, dan pengguna jasa (pemilik barang/kuasanya), serta bank pendukung harus terintegrasi dalam satu sistem virtual dan otomasi.

“Kami menilai implementasi DO online saat ini hanya pergerakan data barang dari pelayaran ke terminal operator yang sebenarnya sudah lama dilakukan,” kata Adil.

Ia berharap agar DO online dari pengguna jasa (pemilik barang/kuasanya) dan pelayaran bisa berjalan maksimal dan terintegrasi. Saat ini penebusan DO Online ke perusahaan pelayaran berjalan di sebagian kecil perusahaan besar pelayaran dan belum terintegrasi dalam satu sistem.

“Kami berharap agar DO online ini bisa berjalan optimal dan bisa dirasakan kalangan pebisnis,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah melakukan peluncuran go live Inaportnet barang versi 2.0 dan layanan delivery order online.

Layanan tersebut diimplementasikan untuk empat pelabuhan utama, yaitu Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar, serta satu pelabuhan kelas I yaitu Tanjung Emas Semarang. [Ant]

Lihat juga...