Asian Games, Antisipasi Terorisme, Prioritas Kapolri

Editor: Satmoko Budi Santoso

195
Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian. -Dok: CDN.

JAKARTA – Seiring semakin dekatnya gelaran Asian Games 2018, pengamanan pun dirancang lebih spesifik demi menjamin suksesnya gelaran olahraga multinasional tersebut. Kepolisian Republik Indonesia, memprioritaskan antisipasi terhadap terorisme selama event berlangsung.

Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sebagaimana dilansir laman resmi Asian Games. Menurut Tito, terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi prioritas pengamanan saat Asian Games berlangsung di Jakarta dan Palembang.

Tito mengungkapkan, demi menjamin kelancaran dan kesuksesan Asian Games, pengemanan telah dilakukan jauh sebelum 18 Agustus saat Asian Games secara resmi dibuka di Jakarta. Hal itu karena para kontingen, ofisial, dan tim advance telah datang sejak awal Agustus, bahkan sudah ada yang cek lokasi dan menggelar latihan.

Ia menjelaskan, terkait ancaman teroris, Polri dan TNI telah menangkap 242 orang pasca bom Surabaya, di mana 21 di antaranya ditembak akibat melawan saat ditangkap bersama barang buktinya. Kemudian untuk kejahatan konvensional meliputi jambret, copet, begal sudah ditangani di empat Polda yakni di Metro, Jawa Barat, Banten dan Sumatera Selatan.

“242 orang ditangkap terkait terorisme pascabom Surabaya. Kemudian ribuan orang telah ditangkap terkait kejahatan konvensional, dan ratusan telah ditahan,” terangnya.

Sementara itu berkaitan dengan karhutla, pihaknya telah bergerak proaktif dan menangkap pelaku pembakaran. Sementara mengenai masalah kemacetan, khususnya di Jakarta, Tito mengakui pihaknya akan melakukan simulasi bersama Pemda DKI Jakarta dan para pemangku kepentingan agar target yang diinginkan Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committe (INASGOC) tercapai.

Sebagai bagian dari upaya menjamin keamanan selama Asian Games, Sat Brimob Polda Sulawesi Sulatan juga mengirimkan tim dengan keahlian khusus menjinakkan bom. Tim diberangkatkan beserta peralatan cangih yang dimiliki termasuk robot penjinak bom.

Pemberangkatan tim yang terdiri dari tiga regu dilakukan secara bertahap. Regu pertama diberangkatkan dan regu lainnya akan diberangkatkan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan.

Kapolri sebelumnya memfokuskan pemeliharaan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di antaranya pada penyelenggaraan Asian Games 2018 di empat provinsi, yaitu di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.

Baca Juga
Lihat juga...