Asian Games Tingkatkan Kunjungan Wisata ke Bali

Editor: Mahadeva WS

229
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra.-Foto: Sultan Anshori

DENPASAR – Bali menjadi daerah ke-20 dari 64 Kota yang disinggahi Obor Asian Games 2018. Selasa (24/7/2018) Torch relay atau Kirab Obor Api Asian Games masih berada di Bali. Rabu (25/7/2018), akan diterbangkan ke Mataram, NTB.

Serangkaian kegiatan pawai Obor Asian Games tersebut memberikan dampak positif terhadap dunia pariwisata Bali. Meski pelaksanaan Asian Games tidak di Bali melainkan di Jakarta dan Palembang, hal itu tetap memberikan dampak positif bagi dunia pariwisata.

Diperkirakan, peningkatan kunjungan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara akan naik hingga lima persen. “Asian Games 2018 ini ada peningkatan diperkirakan ada peningkatan akan tetapi kenaikan tersebut akan terjadi pasca pembukaan Asian Games di Jakarta pada 18 Agustus mendatang,” ucap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra, Selasa (24/7/2018).

Dengan potensi tersebut, Dinas Pariwisata Bali menyiapkan beberapa destinasi wisata andalan yang dimiliki. Upaya promosi dilakukan untuk Pantai Kuta, Tanah Lot, Tampak Siring serta beberapa destinasi menarik lainnya yang ada di Bali. “Karena Asian Games ini promosinya sudah dilakukan sejak lama. Salah satunya melalui promosi media sosial milik Kementerian Pariwisata yang didalamnya juga terdapat promosi destinasi wisata di nusantara salah satunya di Bali,” imbuh pria yang akrab disapa Yuniartha tersebut.

Harapan kedepan penyelenggaraan kegiatan Asian Games bisa lebih disempurnakan. Bahkan diharapkan, kegiatan Asian Games selanjutnya bisa diadakan di Pulau Bali. “Kalau bisa dilakukan di Bali merupakan sebuah kebanggaan terutama bagi dunia pariwisata Bali. Karena biasanya setiap kegiatan yang digelar di Bali para peserta akan membawa peserta teman. Gampang begini, diundang satu maka yang datang bisa lima atau bahkan sepuluh orang. Nah itu kata orang Bali namanya Taksu,” Jelas Yuniartha.

Akan tetapi kalau dilihat secara global jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Bali terus meningkat signifikan. Bahkan peningkatan tersebut sudah terjadi sejak Gunung Agung pertama kali erupsi pada akhir 2017 lalu. Menurutnya sebelum erupsi gunung agung rata-rata kunjungan wisatawan mencapai 15 ribu wisatawan per hari. namun pasca erupsi kunjungan meningkat hingga 19 ribu orang.

“Tetep Cina nomor satu dan disusul oleh Australia dan India. Jadi secara prinsip tidak ada pengaruhnya erupsi Gunung Agung tersebut. Tapi kita tetap berdoa untuk keselamatan kita semua termasuk terhadap Gunung Agung. Tahun ini target kunjungan wisatawan secara global 6,5 persen,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...