Atasi Persoalan Banjir, Balikpapan Datangkan Tim Ahli

Editor: Satmoko Budi Santoso

427

BALIKPAPAN – Guna mengatasi persoalan banjir yang hingga kini belum terselesaikan, Pemerintah Kota Balikpapan mendatangkan tim ahli penanganan banjir dari Belanda.

Tim dari Belanda yaitu Robert dan Jochem meninjau langsung ke lokasi aliran sungai yang menjadi aliran air selama hujan datang bersama Wakil Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, pada Selasa (24/7/2018), sore.

Beberapa titik lokasi yang ditinjau yaitu Sungai Ampal, Jembatan Beller yang menjadi langganan banjir, Jembatan Zuric dan muara ke hulu. Beberapa titik yang ditinjau itu untuk mengetahui langsung upaya apa yang akan diambil untuk mengatasi persoalan banjir tersebut.

“Tim dari Belanda ini terdiri dari 2 orang, mereka langsung memperhatikan bantaran dan arus sungai Ampal dari hulu ke hilir. Hasilnya nanti kita lihat setelah mereka melakukan peninjauan dan rekomendasi apa saja yang akan dikeluarkan,” terang Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, di sela mendampingi tim ahli yang meninjau langsung lokasi.

Tim Ahli asal Belanda melakukan Peninjauan Langsung beberapa titik aliran besar atau sungai di Balikpapan, Selasa (24/7) bersama Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud – Foto Ferry Cahyanti

Menurut Rahmad, kedatangan tim ahli ini merupakan hasil kunjungan pihaknya dan mendapat rekomendasi dari Pemprov DKI Jakarta mengenai pengelolaan sungai dan limbah. Karena tim ini punya teknologi semacam pompa air sekaligus penyuling dalam mengatasi persoalan banjir.

“Tim ini punya teknologi semacam pompa air yang sekaligus bisa menyuling air sungai menjadi air bersih dan sampahnya juga bisa terpilah,” ucapnya.

Rahmad mengatakan, melalui teknologi yang dimiliki itu menjadi ketertarikan Pemkot Balikpapan untuk mendatangkan tim ahli dari negeri kincir angin itu untuk melihat secara langsung kondisi di kota ini.

“Semua nanti ada perhitungannya, mulai dari debit air ketika hujan dan daya tampung sungai sehingga jumlah kebutuhan pompa bisa diketahui, jadi tidak banjir lagi,” bebernya.

Rahmad menginginkan hasil dari tinjauan lapangan itu bisa diketahui secepat mungkin karena selama ini persoalan banjir belum juga terselesaikan. “Paling cepat hasilnya akan diketahui dua minggu lagi, dan paling lama satu bulan. Kita lihat konsepnya apa yang dihasilkan, kalau itu bisa diterapkan dan efektif dapat digunakan,” pungkas Rahmad.

Dia berharap penanggulangan banjir dapat segera teratasi dengan cepat. “Jadi nanti mereka laporkan paling lama satu bulan. Di Balikpapan belum pernah mendatangkan, tapi daerah lain sudah seperti DKI Jakarta,” tambahnya.

Baca Juga
Lihat juga...