Awasi Wisatawan, Balawista Kuta Siagakan Dua Jetsky

Editor: Satmoko Budi Santoso

184

BADUNG – Petugas Keamanan Laut atau Balawista terus bersiaga dalam melakukan pengawasan terhadap wisatawan yang sedang berlibur di Pantai Kuta.

Hal tersebut dilakukan semenjak menyusul imbauan yang dikeluarkan oleh BBMKG Wilayah III Denpasar hari ini Senin (30/7/2018), agar mengurangi aktivitas di laut karena tinggi gelombang setinggi 4 meter masih akan terjadi dalam dua hari ke depan.

“Kami sudah antisipasi hal tersebut dengan melakukan pengawasan menyeluruh terhadap wisatawan yang berlibur di pantai Kuta terutama bagi mereka yang sedang mandi. Tim kami Balawista) sudah siap di pos mereka masing-masing,” ucap Marcelio, salah seorang petugas Balawista Pantai Kuta, Senin (30/7/2018).

Marcelio salah seorang petugas Balawista Pantai Kuta Senin (30/7/2018).-Foto: Sultan Anshori.

Marcelio menambahkan, Pos pengamanan milik Balawista tersebut terletak di sepanjang Pantai Kuta seperti di Pos satu di depan Hotel Kartika Plaza, Pos Dua depan Kantor Balawista dan Pos Tiga di depan MC Donald serta pos empat Depan Pullman hotel.

Setiap Pos dijaga setidaknya 3 hingga 7 orang petugas Balawista. Tidak hanya itu, pihaknya juga menyediakan kendaraan evakuasi berupa dua Jetski, Rubber Boat yang ditempatkan di beberapa titik yang dianggap rawan.

“Sehingga sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan kendaraan emergency tersebut bisa langsung meluncur,” kata Marcelio, kepada Cendana News.

Kata Marcelio lagi, hari ini tepatnya tadi sekitar pukul 9 pagi hingga pukul 1 siang air laut bahkan sempat meluap hingga ke depan gapura pintu masuk Pantai Kuta. Oleh sebab itu, pihaknya tadi langsung secara otomatis melakukan penutupan aktivitas pantai.

Pantai kembali dibuka sekitar jam 3 sore tadi. Meski begitu, dari pengamatan masih terlihat kantong-kantong arus air laut yang bergerak dengan begitu cepat.

“Tadi jam 3 kami buka kembali. Kami cuma pasang lebih banyak rambu dan melakukan patroli di sepanjang bibir pantai dan menginformasikan mereka dengan menggunakan pluit pengeras suara sebagai tanda jika sewaktu-waktu terjadi gelombang besar.

Jadi kami bisa imbau mereka untuk tidak beraktivitas ke tengah karena arus masih keras. Kami juga mengingatkan kepada para instruktur surfing baik yang secara mandiri maupun kelompok (sekolah surfing) agar selalu mengawasi tamu saat bermain papan selancar,” imbuhnya.

Tingginya gelombang air laut yang menerpa kawasan pantai selatan Indonesia khususnya di Bali selatan belakangan ini disebabkan oleh swell atau alun yang terjadi di barat Australia.

Baca Juga
Lihat juga...