Azhar Horo: Perkembangan Kebudayaan Berawal dari Imajinasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

440

JAKARTA – Azhar Horo, seorang pelukis yang gelisah dengan terus-menerus melakukan eksperimen.

Dalam pameran tunggal terbarunya bertajuk ‘From My Eyes’ merupakan hasil eksperimen selama setahun tentang piksel, yang sebenarnya lanjutan dari pameran tunggalnya tentang ledakan-ledakan.

Azhar mengaku konsep pameran yang digelar 4-22 Juli 2018 di Gedung B Galeri Nasional Indonesia dengan kurator pameran Frigidanto Agung ini sebenarnya tidak menawarkan hal yang baru, tapi ia menawarkan sebuah imajinasi. Karena bagi dirinya, perkembangan kebudayaan maupun kemajuan teknologi berawal dari imajinasi

“Konsep pameran tunggal saya ini bertajuk ‘From My Eyes’ tentang piksel, yang sebenarnya lanjutan dari pameran tunggal saya yang terdahulu ‘Explosive Contemporary’ tentang ledakan-ledakan,“ kata pelukis Azhar Horo kepada Cendana News di pameran tunggal ‘From My Eyes’ karya Azhar Horo di Gedung B Galeri Nasional Indonesia, Jl. Medan Merdeka Timur No. 14 , Jakarta Pusat, Minggu (8/7/2018).

Pelukis kelahiran Boyolali, 27 Februari 1976 itu membeberkan dirinya sudah melakukan eksperimen piksel selama setahun lebih.

“Saya menemukan ide tentang piksel yang pertama itu berbentuk bulat-bulat, kemudian saya tertarik dengan piksel yang berbentuk kotak-kotak dalam media digital photoshop namanya mozaik piksel,“ beber peraih penghargaan The Best Top Ten of Indonesian Art Awards dari Phillip Moorris Inc dan The Best Top five of The Winsor Newton World Wide Millenium Painting Competition.

Piksel dalam dunia digital media massa sudah akrab dengan masyarakat, mempunyai fungsi sebagai blur.

“Kita lihat di TV atau koran tentang wajah koruptor yang diblur dengan mozaik piksel,“ ungkapnya.

Menurut Azhar, piksel itu sendiri adalah cara melihat objek. Ketika memandang objek dengan mendekatkan mata maka blur, dan kalau semakin dekat kemudian lebih dekat lagi bisa jadi akan hilang.

“Sebenarnya itu prinsip dasar seni rupa tentang adanya bentuk, warna, bidang dan cahaya pada piksel,“ ujarnya.

Sebuah lukisan karya Azhar Horo yang berjudul ‘I Catch You’, konsep lukisannya adalah gabungan karya lama dengan karya baru.

“Saya menggabungkan karya lama dengan karya baru tentang ledakan dan piksel, sebuah tantangan keduanya bisa menyatu karena telah melewati eksperimen selama setahun,“ paparnya.

Azhar mengaku konsep pamerannya ini sebenarnya tidak menawarkan hal yang baru, tapi ia menawarkan sebuah imajinasi.

“Karena bagi saya, perkembangan kebudayaan maupun kemajuan teknologi berawal dari imajinasi,” simpulnya.

Harapan Azhar terhadap pamerannya ini secara pribadi sebagai sebuah tantangan dirinya menjadi seniman, apalagi pelukis seperti dirinya seharusnya tidak boleh stagnan.

“Kita selalu melakukan eksperimen terus-menerus, meski sekecil apapun eksperimennya, tentu harus dihargai. Saya menangkap yang sudah blur, tapi bagi saya tetap mempunyai nilai artistik dan estetis. Saya bisa bermain-main,“ tegasnya.

Obsesi Azhar ingin terus bisa berkarya dan bermain-main dalam dunia kesenian.

“Sebuah kebebasan, karena kita tiap hari mencoba membebaskan diri dari berbagai permasalahan yang tiap hari banyak sekali. Sama seperti saya sebagai pelukis yang selalu melakukan eksperimen secara terus menerus dengan kebebasan berkreasi sekreatif mungkin,“ tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...