Babinsa dan Masyarakat Perbaiki Irigasi Rusak di Koto Baru

Editor: Mahadeva WS

362

PESISIR SELATAN – Irigasi yang rusak di Dusun Koto Baru, Kenagarian Aur Duri Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mendapat perhatian dari Babinsa Koramil 05/Batang Kapas. 

Rusaknya saluran irigasi tersebut membuat petani kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah. Ratusan haktare sawah sulit mendapatkan air. Tercatat hal tersebut sudah terjadi cukup lama.

Warga setempat Samsurizal mengatakan, kerusakan saluran irigasi tersebut terjadi beberapa bulan terakhir. Kerusakan diakibatkan menipisnya tanah yang ada di pinggiran irigasi, serta rapuhnya bangunan irigasi. “Dulu juga sempat terjadi seperti ini. Tapi cepat diperbaiki oleh para petani di sini secara gotong royong. Tapi, kalau yang sekarang memang belum sempat diperbaiki, karena kondisi kerusakannya cukup parah,” katanya, Senin (2/7/2018).

Warga disebutnya, telah melaporkan kerusakan tersebut ke Pemerintah Nagari Aur Duri Surantih. Dan ternyata kepedulian Babinsa Babinsa Koramil 05/Batang Kapas-lah yang mendorong dilakukannya perbaikan saluran irigasi tersebut. Upaya yang dilakukan Babinsa Koramil 05/Batang Kapas, mendapat apresiasi karena sebentar lagi petani akan mulai turun ke sawah.

Ketua Kelompok Tani Aur Duri, Nasrul mengatakan, irigasi di daerah itu mengaliri ratusan haktare sawah. Saat ini petani belum bisa memulai menggarap sawah dikarenakan tidak maksimalnya aliran air. “Sawah di sini memang berharap betul adanya aliran air dari irigasi. Kalau berharap ke air hujan, sangat tidak bagus. Karena hujan tidak begitu sering turun di daerah tersebut,” sebutnya.

Nasrul mengatakan, adanya kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh Babinsa Koramil 05/Batang Kapas, telah menyelesaikan persoalan yang selama ini dialami oleh petani di Aur Duri Surantih. Masyarakat yang kesehariannya bekerja dan bergelumang lumpur, suatu kebanggan bisa bekerjasama dengan TNI.

Perbaikan irigasi yang rusak dilakukan dengan cara memasang plastik tebal yang ditopangi beberapa susunan batang bambu. Setiap bangunan irigasi yang rusak, dibendung dengan tumpukan tanah. Cara itu, dinilai bisa menahan aliran air keluar dari aliran irigasi.

Baca Juga
Lihat juga...