Babinsa di Solo Aktif Turun ke Sawah Bantu Petani

Editor: Mahadeva WS

204

SOLO – Program TNI untuk memperkuat ketahanan pangan secara nasional terus digalakkan hingga ke tingkat paling bawah. Bintara Pembina Desa (Babinsa) menjadi ujung tombang TNI dalam mensukseskan swasembada pangan ditugaskan untuk turun langsung ke sawah bersama petani. 

Hal tersebut juga dijalankan anggota Babinsa di Solo, Jawa Tengah. Keterlibatan TNI tak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, namun juga mempererat Kemanunggalan TNI-masyarakat untuk menjaga NKRI. “Wujud hadirnya TNI ini tak hanya dalam sosialisasi di tingkat kelompok tani, tapi sampai turun langsung ke sawah. Banyak hal yang bisa kita bantu,” ucap Babinsa Mojosongo Sertu Aswan, Senin (9/7/2018).

Kegiatan Babinsa dalam pendampingan upaya khusus (Upsus) pertanian dimulai dari awal musim tanam sampai pasca panen. Pada tahap perawatan, seperti penyemprotan pestisida, anggota TNI juga aktif turun ke lahan pertanian. “Kita bantu juga penyemprotan hama. Dari hasil sosialisasi petugas pertanian, kita praktekkan bersama cara penyemprotan pestisida yang efektif. Yakni dilakukan secara massal atau bersama-sama,” jelasnya.

Bersama anggota TNI lainnya, Serda Endri Sarvian, Sertu Aswan melakukan penyemprotan tanaman padi di sawah milik Wagiman, warga Sidomulyo RT 04, RW 03 Tawangsari, Mojosongo, Jebres, Solo. Upsus merupakan kerjasama TNI dengan Kementerian Pertanian, guna mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan dengan melakukan pendampingan langsung kepada petani.

Kegiatan pendampingan Upsus pertanian rutin dilakukan setiap ada kegiatan para petani. “Selain sebagai sarana komunikasi dan mendekatkan diri dengan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi tugas pokok kita untuk selalu menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat mengatasi berbagai kesulitan,” tambah Sertu Aswan.

Salah satu pemilik lahan petanian, Wagiman mengatakan, merasa banyak terbantu dengan adanya program pendampingan tersebut. Tidak hanya merasa teringankan bebannya, namun babinsa juga aktif memberikan penyuluhan agar panen petani dapat maksimal.

“Contohnya saat penyemprotan pestisida. Yang biasanya petani melakukan sendiri-sendiri, kali ini bisa kompak. Jadi untuk serangan hama bisa lebih ditangani. Demikian juga kesulitan petani lainnya, seperti pupuk maupun lainnya,” pungkas Wagiman.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.