Baca Buku Bergilir Nagari Saok Laweh Dinilai Layak Jadi Percontohan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

402

PADANG — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumatera Barat, Alwis mengatakan, Program Buku Bergilir Perpustakaan yang ada di Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, layak menjadi percontohan tingkat nasional.

Hal tersebut dikarenakan program buku bergilir perpustakaan di daerah tersebut, dinilai dapat meningkatkan budaya literasi masyarakat lebih terukur dan tepat sasaran.

Alwi menyebutkan program tersebut mampu memetakan jenis buku yang disukai masyarakat dan mengantarkan buku tersebut ke alamat.

“Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat Sumbar agar memiliki sumber daya manusia yang unggul,” katanya di Padang, Kamis (5/7/2018).

Menurutnya, program buku bergulir itu mampu mengubah stigma perpustakaan yang selama ini pasif, hanya menunggu masyarakat untuk datang dan membaca buku menjadi lebih aktif dengan langsung mendatangi rumah masyarakat.

Alwis menjelaskan, dalam menjalankan program tersebut, setiap masing-masing rumah dipinjamkan lima buah buku untuk dibaca. Setelah lima belas hari, buku itu dijemput kembali dan digulirkan ke rumah yang lain.

“Jadi begitulah yang kita maksudkan bergulir. Buku itu tidak dipinjamkan secara sembarangan, tetapi telah melewati proses pemetaan minat dan keinginan masyarakat. Artinya, buku yang dipinjamkan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan,” ujarnya.

Ketentuan untuk mendapatkan buku itu, kata Alwis, apabila orang di rumah itu adalah pedagang dan membutuhkan buku-buku yang berkaitan dengan perdagangan atau ekonomi, perpustakaan akan mengantarkan buku tersebut.

Akan tetapi, apabila pemilik rumah adalah petani maka buku yang diantarkan disesuaikan, misalnya tentang teknologi pertanian atau peluang pasar untuk produk-produk pertanian.

“Artinya dengan demikian buku yang dipinjamkan tidak hanya sekadar menjadi bacaan tetapi juga bisa menambah ilmu dan pengetahuan bagi masyarakat serta menunjang profesinya,” jelasnya.

Ia menyatakan, dengan adanya skema yang demikian diyakini tidak hanya akan meningkatkan budaya literasi masyarakat, tetapi secara nyata meningkatkan sumber daya manusia sesuai profesi yang ditekuni.

“Tentunya kita berharap kegiatan membaca akan menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat,” ucapnya.

Program yang ada di Nagari Saok Laweh itu, ke depan akan membuat Saok Laweh wakili Sumbar untuk bersaing sebagai perpustakaan desa terbaik di kancah nasional.

“Perpustakaan di Solok itu sudah masuk lima besar kluster Sumatera. Kita optimis bisa menjadi yang terbaik tingkat nasional,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...