Bagikan Daging Kurban, ACT Sasar Warga Miskin di Pinggiran

Editor: Satmoko Budi Santoso

181
Head of Mafketting ACT Cabang Sumatera Barat Zeng Wellf (lagi duduk) ketika memperhatikan keterangan dari Walikota Padang Mahyeldi/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Sumatera Barat menunggu kurban dari masyarakat untuk dibagikan ke daerah yang memiliki garis kemiskinan yang tinggi dan turut dihantarkan juga ke 50 negara di dunia.

Head of Mafketing ACT Cabang Sumatera Barat, Zeng Wellf, mengatakan, tidak dapat dipungkiri bahwa ada masyarakat yang belum mendapatkan pembagian daging kurban, terutama di daerah yang sulit dijangkau, ataupun daerah yang penduduknya memiliki garis kemiskinan yang tinggi.

“Target penyaluran daging kurban di ACT itu untuk masyarakat yang kurang mampu dan mereka yang tinggal di daerah pinggiran. Kenapa begitu? Karena kita ingin masyarakat kurang bisa menikmati daging segar untuk dimasak dan dimakan bersama keluarganya,” katanya, Kamis (19/7/2018).

Ia menyebutkan pada program Indonesia Berqurban tahun ini, ACT juga telah menetapkan harga hewan kurban, mulai dari harga kambing dan harga sapi. Harga yang telah ditetapkan itu, tergolong murah. Tapi, bobot hewan kurbannya masih ideal.

Seperti untuk hewan kurban kambing, ACT menetapkan tarif Rp1.700.000 untuk satu ekor kambing dengan bobot berat badan 27 kilogram. Sementara untuk sapi hanya Rp11.900.000 per ekornya dengan bobot 220 kilogram.

Zeng menjelaskan bagi masyarakat yang berkeinginan untuk berkurban pada Idul Adha tahun ini, bisa ditunaikan dengan cara mendatangi gerai ACT, seperti di Kota Padang ada di Plaza Andalas, Transmart, Basko Mall, dan di sejumlah perbankan yang ada di Kota Padang.

“Jika tidak berkesempatan datang ke gerai ACT, juga bisa melalui transfer ke rekening atas nana Yayasan Global Qurban BNI Syariah 88-00000-434 dan Mandiri 123-000-778-9702,” jelasnya.

Selain itu, Zeng juga mengatakan sampai sekarang ACT Cabang Sumatera Barat masih melakukan pendataan terhadap daerah mana saja yang berhak untuk mendapatkan pembagian daging kurban bagi wilayah Sumatera Barat.

Intinya, pembagian daging kurban akan diprioritaskan bagi fakir miskin yang meminta. Mereka nantinya akan dikasih kupon, sebagai bentuk pendataan dan syarat untuk mendapatkan daging kurban.

Lalu bagi fakir miskin yang tidak meminta, juga akan diberikan daging kurban. Untuk ini akan didata terlebih dahulu. Bagi ACT, kurban tahun ini akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, sehingga bisa menikmati daging segar dari kurban masyarakat yang diterima ACT.

Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi mengatakan untuk membantu ACT bisa mencapai daerah yang memiliki garis kemiskinan tinggi atau daerah pinggiran yang ada di Kota Padang, pihaknya akan membantu melalui camat.

“Daerah di Padang, masyarakat yang tinggal di komplek biasanya masih dapat daging kurban. Sementara yang luar dari komplek perumahan, ada yang tidak kebagian daging kurban,” ujarnya.

Menurutnya, melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemko Padang dan camat, akan berusaha mengajak mendistribusikan daging kurban nantinya secara tepat sasaran.

“Kepada camat di Padang saya minta untuk mendistribusikan daging kurban kepada lokasi yang layak mendapatkan daging kurban. Utamakan mereka, jika terkendala membeli bahan memasknya, bantulah juga mereka,” tegasnya.

Mahyeldi mengatakan di Padang beragam cara masyarakat untuk berbagi pada momen Idul Adha. Ada yang memberikan daging segar mentahnya. Ada juga memberikan sambal yang telah dimasak.

“Jadi ada juga masyarakat yang kurang mampu, setelah diberi daging, mereka masih berpikir untuk memasaknya, karena tidak punya dana buat beli bumbu memasaknya. Makanya ada masyarakat yang memberikan daging setelah dimasak, seperti dibuat rendang,” tuturnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.