Balikpapan Anggarkan Rp300 Juta untuk Ekraf

Editor: Koko Triarko

217
Kabid Perindustrian Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan, Adward Skenda. –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memberikan perhatian serius terhadap pengembangan ekonomi kreatif, mengingat Balikpapan bukan sebagai daerah yang menghasilkan sumber daya alam, sehingga pemanfaatan sumber daya manusia juga harus lebih dimaksimalkan.
Saat ini, forum ekonomi kreatif telah terbentuk yang tujuannya untuk mendorong dan mengembangkan para pelaku ekonomi kreatif. Keberadaan forum ekonomi kreatif tidak hanya sekedar merumuskan, menetapkan, mengkoordinasikan, tapi juga mensinkronisasi seluruh kebijakan terkait ekonomi kreatif.
“Pada forum Ekonomi kreatif juga memfasilitasi, mempublikasi dan memasarkan produknya dari ekspose atau festival yang dilaksanakan. Ekonomi kreatif memiliki potensi yang sangat besar di berbagai bidang baik itu pariwisata atau pun lainnya,” ungkap Kabid Perindustrian Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP), Adward Skenda, Selasa (17/7/2018).
Ia menuturkan, ekonomi kreatif Balikpapan menggarap enam subsektor industri kreatif dari 16 subsektor ekonomi kreatif, di antaranya sektor kriya (Go Batik), aplikasi dan games, kuliner, film, videografi, fotografi, fasion, desain, dan seni pertunjukkan hingga riset dan pengembangan wisata.
“Di Balikpapan itu ada sekitar 20 pelaku ekonomi kreatif yang sudah masuk juga pada UKM di Balikpapan. Dalam hal ini, kulinernya tentu kreatif bukan hanya kuliner biasa, tapi sudah kekinian,” sebut pria yang akrab disapa Edo ini.
Untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Balikpapan, lanjutnya, pemerintah kota menganggarkan Rp300 juta yang dipergunakan untuk festival, pelatihan atau pun workshop maupun promosi.
“Rencananya ada penambahan, namun karena anggaran kota juga terbatas, maka anggaran yang ada itu dimaksimalkan untuk mengembangkan ekonomi kreatif,” bebernya.
Edward menilai, perkembangan ekonomi kreatif sudah berjalan dengan baik, hanya saja untuk di kota Balikpapan, jalannya masih parsial atau individu. Sehingga hal ini difasilitasi melalui forum ekraf.
“Maka itu yang kami fasilitasi keperluannya apa untuk industri kreatif. Anggarannya juga sangat minim, tapi dengan anggaran itu kita maksimalkan. Dan, harapannya ekonomi kreatif di Balikpapan tetap maju dan berkembang dengan subsektor yang ada,” imbuh Adward Skenda.
Baca Juga
Lihat juga...