Balikpapan Kembali Peroleh Penghargaan Menuju Kota Layak Anak

Editor: Mahadeva WS

154
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Sri Wahyuningsih – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Di 2018 ini, Kota Balikpapan kembali memperoleh penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dengan predikat strata Madya. Penghargaan diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada peringatan Hari Anak.

Dengan penghargaan tingkat Madya tersebut, Balikpapan mampu mempertahankan penghargaan menuju KLA dengan predikat tersebut. Indikator diperolehnya penghargaan tersebut, karena Balikpapan terus berkomitmen memenuhi semua hak anak. Terutama hak anak di empat kluster dan perlindungan khusus anak dari tindak kekerasan, terorisme, penanggulangan bahaya, stigmatisasi pelabelan pada anak.

“Pemenuhan hak anak dalam empat kluster itu meliputi kluster hak sipil dan kebebasan, kedua bagaimana angka pernikahan dini bisa menurunkan jumlahnya. Disusul kluster ketiga yaitu pemenuhan hak bidang kesehatan dan bagaimana semua anak bisa mengakses wajib belajar 12 tahun,” papar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Sri Wahyuningsih, Selasa (24/7/2018).

Penghargaan penyelenggaraan sekolah ramah anak terbaik tingkat nasional diraih oleh SD Bhayangkari. Penghargaan pengembangan dan pembinaan forum anak terbaik, serta penghargaan menuju kota layak anak dengan predikat strata Madya.

“Beberapa tahapan untuk memperoleh KLA, namun Balikpapan berupaya menuju KLA dengan beberapa tahapannya. Ada 6 tahapan strata KLA yaitu tahap inisiasi, Pratama, Madya, Nindya, Utama kemudian KLA. Dan Balikpapan mampu mempertahankan dua tahun ini dengan predikat Madya,” jelasnya dengan gembira.

Dengan penghargaan menuju KLA, DP3AKB berupaya untuk konsisten pada komitmen untuk membangun KLA. Masih banyak hal yang harus dikerjakan untuk melakukan pembangunan berbasis anak sesuai peran masing-masing. Berbagai langkah yang harus terus dilakukan adalah, membangun sistem, memperkuat fungsi koordinatif antar perangkat daerah dan lintas sektoral, membangun komitmen masyarakat, orangtua, kelembagaan masyarakat, dunia usaha dan media massa yang ikut berperan aktif.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.