Balikpapan Resmi Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

419

BALIKPAPAN — Peraturan Wali Kota Balikpapan tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik mulai hari ini, Selasa (3/7/2018) resmi diterapkan. Hal tersebut sekaligus menjadi rambu-rambu untuk ritel modern tidak lagi menggunakannya untuk wadag belanjaan konsumen.

“Sampah plastik ini jadi persoalan lingkungan karena pemusnahannya perlu waktu 500 tahun. Balikpapan menjadi kota kedua setelah Banjarmasin yang menerapkan larangan dan ini menjadi semangat baru,” jelasnya saat sosialisasi Perwali Nomor 8 Tahun 2018, di Balikpapan, Selasa (3/7/2018).

Dalam penerapan, Rizal juga minta kepada masyarakat untuk ikut mengawasi. Apabila ritel modern melanggar aturan akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga penutupan atau pencabutan izin usaha.

“Pengawasan langsung dilakukan oleh Pol PP dan OPD terkait serta LSM karena jika aturan ini benar-benar dijalankan maka bisa mengurangi 30 ton sampah plastik setiap bulan,” sebut Rizal.

Wali Kota Lounching
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi meluncurkan Perwali Larangan Penggunaan Kantong Plastik pada Ritel Modern di salah satu pusat Perbelanjaan Balikpapan, Selasa (3/7/2018). Foto: Ferry Cahyanti

Dalam penerapan Perwali, pihaknya juga mendorong pengumpulan dana Rp100 juta melalui dana bergulir untuk pelaku UMKM yang memproduksi kantong ramah lingkungan atau go green bag.

“Dana itu dikumpulkan dari CSR ritel modern sebagai modal UMKM membuat kantong alternatif dan menjadi kegiatan ekonomi baru. Ini menjadi peluang usaha baru bagi UKM untuk membuat tas ramah lingkungan yang lebih kreatif,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah KLHK, Ujang Solihin menjelaskan, Pemkot Balikpapan harus terus mengampanyekan kepada masyarakat, sehingga penggunaannya bisa diminimalisir.

“Mungkin perlu dibangun sistem insentif, misalnya ritel modern bekerja sama dengan UMKM untuk menyediakan kantong alternatif yang harganya terjangkau atau masyarakat yang membawa kantong sendiri mendapat potongan harga produk yang dibeli dari ritel,” tambahnya.

Sementara untuk penerapan pengurangan penggunaan kantong plastik di pasar tradisional harus melalui masa transisi yang lebih panjang.

“Ritel modern ini sebagai motor penggeraknya dan untuk penerapan pada pasar tradisional maka edukasi harus lebih massif oleh pemerintah. Karena pemerintah kan yang mengelola pasar rakyat,” bilang Ujang Solihin.

Menanggapi kebijakan larangan penggunaan kantong plastik pada ritel modern, salah satu manager ritel modern, Muhammad Kadafi mengatakan, saat ini pihaknya menyediakan kardus bagi pembeli yang tidak membawa tas belanja pribadi.

“Petugas kami akan menyediakan kardus untuk wadah belanja. Nantinya setelah barang belanjaan masuk akan dilakban dan gratis,” imbuhnya.

Baca Juga
Lihat juga...