Banyak Peminat, Stok Daging Kelinci di Malang Minim

Editor: Mahadeva WS

416

MALANG – Permintaan daging kelinci di Malang cukup tinggi. Hanya saja, permintaan tersebut tidak dibarengi dengan ketersediaan pasokan daging kelinci yang memadai.

Masih minimnya peternak kelinci khususnya kelinci potong, menjadi salah penyebab terbatasnya suplai daging kelinci. Untuk pasar kelinci potong di Malang saat ini masih banyak dan cukup tinggi. “Untuk melayani pesanan daging kelinci di Malang saja kami sudah kewalahan, karena tingginya permintaan. Bahkan ada satu warung yang minta di kirim satu kuintal setiap harinya,” tutur Ketua Asosiasi Peternak Kelinci Kabupaten Malang, Winarto, kepada Cendana News, Senin (2/7/2018).

Keterbatasan tersebut disebabkan masih sedikitnya peternak kelinci. Peternak lebih memilih beternak kambing atau sapi. “Peternakan kelinci sebenarnya masih dalam taraf perkembangan di tengah-tengah masyarakat karena juga bibit masih terbatas. Tidak semua kelinci bisa kita potong, hanya pejantan-pejantanya saja yang kita potong, sedangkan betinanya kita buat untuk bibit,” jelasnya.

Saat ini, rata-rata Winarto mampu menjual 20 kelinci potong setiap minggunya. Namun jika digabungkan dengan peternak lainnya, dalam seminggu mereka bisa menjual 150-200 ekor. Kelinci potong bisa dipanen saat berusia 2,5 bulan. Kelinci potong bisa di panen dengan berat kurang lebih dua kilogram.

Menurut Winarto, jika dilihat dari segi kesehatan, daging kelinci lebih sehat daripada daging lainnya. Daging kelinci rendah kolesterol, memiki kandungan protein dan energi cukup tinggi, dan sering dikonsumsi orang untuk kebutuhan diet. “Kelebihan dari daging kelinci membuat masyarakat mulai menggemarinya. Daging kelinci ini juga bisa diolah menjadi pentol bakso, sate dan sosis,” pungkasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk