BBKSDA Jatim Gagalkan Penjualan Janin Kijang

285
Ilustrasi BKSDA - Foto bksdadki.com

SURABAYA – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) menggagalkan penjualan organ satwa dilindungi berupa janin kijang. Satu orang pelaku diamankan berinisial AR.

Kepala BBKSDA Jatim Nandang Prihadi mengatakan, pemuda berusia 31 tahun asal Blitar, Jawa Timur, tersebut sehari-harinya berprofesi sebagai guru di sebuah Sekolah Dasar (SD). Dia menawarkan penjualan janin kijang secara daring melalui media sosial. “Penangkapan terhadap pelaku melibatkan tim gabungan dari Resor Konservasi Wilayah 2 dan Seksi Konservasi Wilayah 1 BBKSDA Jatim, serta Kepolisian Resor Blitar dan Profauna di wilyah setempat,” jelasnya, Rabu (4/7/2018).

Nandang menjelaskan, proses penangkapan diawali dari upaya penyamaran oleh anggota penyidik menjadi seorang pembeli. Transaksi melalui proses daring menyepakati tempat pertemuan untuk bertransaksi secara langsung di wilayah Blitar. “Saat itulah pelaku langsung kami sergap,” katanya.

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan berhasil mengamankan barang bukti berupa dua ekor janin kijang. “Salah satu dari janin kijang itu masih terbungkus paket ekspedisi yang beralamat asal Pulau Madura, Jawa Timur,” ujarnya.

Saat ini, pelaku AR sedang menjalani penyelidikan di Markas Kepolisian Resor Blitar. “Sedangkan barang bukti dua ekor janin kijang kami bawa ke bagian Zoologi Universitas Brawajiya Malang untuk diidentifikasi lebih lanjut,” ucapnya.

Petugas dari tim gabungan masih mengembangkan penyelidikan perkara ini, di antaranya berupaya memburu asal-usul dua ekor janin kijang tersebut. Nandang menyebut pelaku AR diduga melanggar pasal 40 ayat 2 Jo Pasal 21 ayat 2 huruf a Undang-undang No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Ancaman hukumannya pidana kurungan maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp100 juta,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...