Beras Rajo Pasisie, Andalan Pesisir Selatan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

276

PESISIR SELATAN, SUMBAR — Petani di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, memiliki sebuah komoditi andalan, yakni Beras Rajo Pasisie (raja pesisir) yang diproduksi sendiri melalui kemasan yang khas. Rasanyapun tidak kalah dengan daerah lainnya di Sumatera Barat.

Bupati Hendrajoni mengatakan, Beras Rajo Pasisia telah diproduksi dan dikemas dalam plastik yang siap jual. Selain meningkatkan hasil produksi petani, juga dapat membantu dalam menjual hasil panennya. Seiring itu, juga mampu menjadi produk baru bagi daerah tersebut.

“Potensi lahan sawah yang ada di Pesisir Selatan sangat besar. Sehingga bila sektor itu digarap secara maksimal, akan menjadikan Pesisir Selatan lumbung padinya Sumatera Barat,” katanya di Painan, Selasa (3/7/2018).

Ia menyebutkan, pertanian merupakan sektor unggulan yang memiliki peran strategis terhadap keberlangsungan hidup bagi banyak orang. Sehingga pengelolaan hasil panen harus dilakukan secara maksimal.

Sedangkan untuk upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah di antaranya, bantuan alat mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan. Seperti yang terlihat pada 2017 lalu, produksi mencapai 5,78 ton per hektare, dari 5,01 ton per hektare di 2016, sementara di 2018 ditargetkan melebihi dari tahun sebelumnya.

“Dapat dikatakan sebagian besar masyarakat di Pesisir Selatan ini memiliki lahan sawah. Soal irigasipun terbilang bagus. Untuk itu, kita berharap mampu menjadi lumbung padi untuk Sumatera Barat,” ujarnya.

beras rajo pasisia
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni. Foto: M. Noli Hendra

Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Pesisir Selatan, Jumsu Trisno mengatakan, alsintan merupakan sarana mekanisasi yang sudah sangat dibutuhkan oleh petani. Melalui sarana tersebut, produktivitas lahan akan meningkat, serta juga hemat waktu.

Dijelaska, selama 2017, bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani berjumlah 308 unit, dengan total anggaran Rp10,8 miliar.

“Bantuan di 2017 itu terakhir disalurkan sebanyak 40 unit. Itu disalurkan kepada 40 Keltan pada minggu terakhir Desember. Jenis bantuan itu di antaranya, traktor roda dua sebanyak 15 unit, pompa air 11 unit, rice transpanter dua unit, combine harvester mini dua unit, dan traktor roda empat lima unit,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...