Beras Rajo Pasisie, Andalan Pesisir Selatan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

241

PESISIR SELATAN, SUMBAR — Petani di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, memiliki sebuah komoditi andalan, yakni Beras Rajo Pasisie (raja pesisir) yang diproduksi sendiri melalui kemasan yang khas. Rasanyapun tidak kalah dengan daerah lainnya di Sumatera Barat.

Bupati Hendrajoni mengatakan, Beras Rajo Pasisia telah diproduksi dan dikemas dalam plastik yang siap jual. Selain meningkatkan hasil produksi petani, juga dapat membantu dalam menjual hasil panennya. Seiring itu, juga mampu menjadi produk baru bagi daerah tersebut.

“Potensi lahan sawah yang ada di Pesisir Selatan sangat besar. Sehingga bila sektor itu digarap secara maksimal, akan menjadikan Pesisir Selatan lumbung padinya Sumatera Barat,” katanya di Painan, Selasa (3/7/2018).

Ia menyebutkan, pertanian merupakan sektor unggulan yang memiliki peran strategis terhadap keberlangsungan hidup bagi banyak orang. Sehingga pengelolaan hasil panen harus dilakukan secara maksimal.

Sedangkan untuk upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah di antaranya, bantuan alat mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan. Seperti yang terlihat pada 2017 lalu, produksi mencapai 5,78 ton per hektare, dari 5,01 ton per hektare di 2016, sementara di 2018 ditargetkan melebihi dari tahun sebelumnya.

“Dapat dikatakan sebagian besar masyarakat di Pesisir Selatan ini memiliki lahan sawah. Soal irigasipun terbilang bagus. Untuk itu, kita berharap mampu menjadi lumbung padi untuk Sumatera Barat,” ujarnya.

beras rajo pasisia
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni. Foto: M. Noli Hendra

Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Pesisir Selatan, Jumsu Trisno mengatakan, alsintan merupakan sarana mekanisasi yang sudah sangat dibutuhkan oleh petani. Melalui sarana tersebut, produktivitas lahan akan meningkat, serta juga hemat waktu.

Dijelaska, selama 2017, bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani berjumlah 308 unit, dengan total anggaran Rp10,8 miliar.

“Bantuan di 2017 itu terakhir disalurkan sebanyak 40 unit. Itu disalurkan kepada 40 Keltan pada minggu terakhir Desember. Jenis bantuan itu di antaranya, traktor roda dua sebanyak 15 unit, pompa air 11 unit, rice transpanter dua unit, combine harvester mini dua unit, dan traktor roda empat lima unit,” ujarnya.

Baca Juga
Target Luas Lahan Kedelai di Sumbar Tak Tercapai PADANG – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Barat, di 2017 lalu, menetapkan target lahan perkebunan kedelai di daerah tersebut 1...
Petani Pesisir Selatan Khawatir Kelangkaan Pupuk B... PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun), mener...
Kabupaten Agam Dibantu 10 Ribu Bibit Kelapa LUBUKBASUNG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberi bantuan 10 ribu bibit kelapa varietas unggul kepada Pemerintah Kabupaten Agam. Bibit tersebut...
DPRD Sumbar: Harga Pupuk Tinggi Beratkan Petani PADANG --- Anggota DPRD Sumatera Barat, Taufik Hidayat, menilai perhatian pemerintah itu terhadap petani masih kurang sehingga profesi ini akan semaki...
Pemprov Sumbar Dorong Petani Berinovasi SOLOK - Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, para petani perlu melakukan inovasi yang dapat memberikan dan meningkatkan kesejahteraan p...
Antisipasi Kelangkaan, Distribusi Pupuk Bersubsidi... PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, melalui tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), memperketat pengawasan penyaluran pup...
Pencapaian Target Produksi Padi di Sumbar Sudah 80... PADANG --- Hingga pertengahan 2018, Produksi tanaman padi jagung dan kedelai (pajale) di Sumatera Barat tercatat sudah mencapai 80 persen dari yang di...