BMKG Ingatkan Gelombang Laut Selatan Masih Berbahaya

221
Gelombang tinggi, ilustrasi -Dok: CDN
CILCAP – Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Jawa Tengah, Teguh Wardoyo, mengingatkan, saat ini gelombang di laut selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, masih berbahaya bagi pelayaran.
“Hal ini disebabkan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi, trennya awal bulan Agustus baru agak menurun. Bulan Juli dan Agustus rata-rata gelombangnya tinggi, karena puncak angin timuran,” katanya, di Cilacap, Senin (30/7/2018).
Tetapi, kata dia, tinggi gelombang pada bulan Agustus diprakirakan masih fluktuatif akibat pengaruh angin timuran. Dalam hal ini, dia mencontohkan tinggi gelombang maksimum di perairan selatan Jateng-DIY dan Samudra Hindia selatan Jateng-DIY pada Senin (30/7) diprakirakan mencapai lima meter.
Selanjutnya, tinggi gelombang hari Selasa (31/7) diprakirakan mencapai kisaran 3 meter, namun pada Kamis (2/8) diprakirakan kembali mengalami peningkatan.
“Kami akan terus memantau perkembangan tinggi gelombang di laut selatan Jateng-DIY,” katanya.
Teguh mengimbau semua pihak yang melakukan aktivitas di laut untuk memperhatikan risiko angin kencang dan gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran, yakni nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil, agar mewaspadai angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter.
“Jika memungkinkan, nelayan diimbau untuk tidak melaut terlebih dahulu, karena tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter sangat berbahaya bagi kapal berukuran kecil,” katanya.
Selain itu, kata dia, operator tongkang agar mewaspadai angin dengan kecepatan lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, kapal feri mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo diimbau mewaspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.