Bodyguard Ugal-ugalan, Aksi Konyol Penyelamatan Artis

Editor: Satmoko Budi Santoso

1.682
Adegan Film Bodyguard Ugal-ugalan (Foto Istimewa/Dok MD Pictures)

JAKARTA – Tugas bodyguard, petugas keamanan, memang mengamankan orang, tapi bagaimana jika ia sendiri tak bisa mengatasi permasalahan dirinya sendiri?

Kekonyolan selalu dilakukan yang justru menyulitkan dirinya sendiri, tapi ia tetap bahagia menjalani profesi sebagai bodyguard. Apalagi kalau ada beberapa teman yang sekonyol seperti dirinya. Bahkan ketika harus menyelamatkan artis dari penculikan, mereka tak lepas dari kekonyolan. Demikian yang mengemuka dari film Bodyguard Ugal-ugalan.

Film ini diawali dari kisah lima bodyguard yakni Boris, Acho, Lolox, Anyun dan Nicole yang terancam dipecat usai masing-masing dari mereka gagal melakukan profesi sebagai penjaga keamanan para klien.

Boris tidak sengaja memukul kliennya dengan tongkat golf, sedangkan Acho, Anyun, Nicole dan Lolox begitu ceroboh dan konyol menghilangkan mobil dinas mereka. Bos mereka, Ibu Erin (Tamara Bleszinsky) tentu saja marah dan akan memecat Boris, Acho dan Anyun.

Sedangkan Lolox hanya dimutasi karena Lolox adalah saudara dari keluarga Ibu Erin. Ada pun, Nicole diberi satu kesempatan oleh Ibu Erin.

Sementara itu, Syahrini, seorang penyanyi yang terkenal dengan jargon-jargonnya, sedang mengalami serangkaian teror. Rumahnya dibobol maling. Karena khawatir posisi artisnya semakin dalam bahaya, Nina (Ririn Ekawati), manajernya, menyarankan Syahrini untuk dikawal oleh beberapa bodyguard agar terjamin keamanan.

Syahrini setuju dengan saran sang manajer dan langsung ingat pada Ibu Erin, teman semasa kuliahnya, yang kini mempunyai perusahaan pengawal keamanan. Nina segera mengadakan pertemuan dengan Ibu Erin di kantornya.

Keesokan harinya, saat di kantor Ibu Erin, Syahrini tak sengaja melihat Boris, Acho, Lolox, Anyun dan Nicole yang tengah bercanda di ruang tunggu ketika mereka sedang menunggu pesangon pemecatan Boris, Acho dan Anyun.

Syahrini tertarik dengan mereka berlima dan menginginkan kelima bodyguard untuk menjadi bodyguardnya karena Syahrini tak ingin punya bodyguard yang mempunyai wajah dan badan yang sangar. Incess bahkan berani membayar tinggi pada Ibu Erin untuk menyewa mereka berlima sebagai bodyguard.

Ibu Erin menerima permintaan Syahrini tersebut dan mengajak kembali Boris, Acho dan Anyun yang akan dipecat itu untuk bekerja sebagai pengawal Syahrini. Mereka tentu saja sangat bahagia karena masih bisa kerja bersama. Apalagi Anyun, ia sangat gembira bisa mengawal artis yang ia idolakan.

Boris, Acho, Lolox, Anyun dan Nicole, kelima bodyguard yang kompak kerja bersama, itu tiba di rumah elit Syahrini. Mereka langsung dapat tugas dari Nina untuk mengawal Syahrini. Untuk dapat akrab Syahrini mengajak mereka untuk makan malam bersama.

Usai dinner, mereka memutuskan untuk pulang. Setibanya di rumah, Syahrini dibuat terkejut melihat dua asisten rumah tangganya diikat dengan tali. Rumah Syahrini lagi-lagi dirampok dan berhasil mengambil barang-barang berharga.

Melihat Syahrini panik dan ketakutan, Nina mengagendakan Syahrini untuk berliburan sekaligus menenangkan diri usai perampokan itu. Nina tak ingin kondisi Syahrini drop karena beberapa minggu lagi akan konser.

Selama liburan, Syahrini tentu ditemani lima bodyguard agar tercipta rasa aman dan nyaman. Kelima bodyguard pun merasa sangat beruntung bisa bekerja sekaligus berliburan bersama dengan Syahrini. Setelah liburan selesai, Syahrini kembali ke Jakarta untuk melangsungkan konser.

Saat konser tiba di sebuah gedung megah, Syahrini, yang penyanyi pop terkenal dan mempunyai fans jutaan, tampak dipadati penonton begitu sangat banyak. Syahrini menyanyikan single, yakni Dream Big dan Gubrak Gubrak Gubrak Jeng Jeng Jeng.

Tapi ketika akan menyanyikan lagu berikutnya, Syahrini tiba-tiba ditarik turun panggung oleh para penari latar. Rupanya, Syahrini dibius dan dibawa naik mobil. Penculik Syahrini menyekap para penari latar asli dan menyamar ke atas panggung untuk menculik Syahrini.

Mendengar Syahrini hilang, konser pun diberhentikan. Ibu Erin dan Nina dibuat panik atas hilangnya Syahrini. Mereka menyalahkan kelima bodyguard yang bisa kecolongan Syahrini diculik.

Para penculik meminta tebusan 100 miliar rupiah pada Nina lewat tulisan yang ditempel di ruang make up. Untungnya, tas berisi GPS yang Lolox punya terbawa oleh para penculik Syahrini, sehingga mereka dapat melacak keberadaan Syahrini lewat GPS itu ke tempat dimana Syahrini disekap.

Akankah kelima bodyguard itu mampu menyelamatkan Syahrini? Mereka berusaha untuk menyelamatan artis dengan cara tentu ugal-ugalan penuh kekonyolan. Lalu siapakah otak dari penculikan Syahrini?

Film ini cukup menghibur, apalagi para penggemar Syahrini tentu tak akan melewatkan jargon-jargon yang selalu dipopulerkan artis yang dikenal cetar membahana itu. Irham Acho Bahtiar cukup berhasil mengemas film komedi ini dengan baik.

Tugas penyutradaraannya tampaknya tak terlalu sulit karena tinggal mengarahkan Syahrini beradu akting dengan para komika, yang bisa dibilang sangat gampang karena kesemua pemain sudah ‘jadi’.

Akting Syahrini cukup baik dalam memerankan dirinya sendiri. Syahrini seperti diberi kebebasan untuk melakukan sekehendak hatinya. Syahrini menampilkan dirinya utuh. Jadinya film ini tampak seperti film dokumenter yang mendokumentasi sepak terjang Syahrini dalam dunia keartisan.

Mestinya, untuk film ini Syahrini mengeluarkan jargon baru yang kehebohannya jauh melebihi kehebohan jargon-jargon yang sudah sangat dekat dengan masyarakat. Tanpa jargon baru menjadikan film ini sekedar menghadirkan Syahrini.

Demikian juga akting para komika seperti Boris, Acho, Lolox dan Anyun yang tampak memang memberi kekuatan film komedi ini dengan berbagai perbuatan penuh kekonyolan agar mampu mengundang tawa. Boris, Acho, Lolox adalah komika lama. Sedangkan Anyun adalah komika baru yang mampu beradaptasi akting bareng para komika lama.

Adapun Melayu Nicole tampak sebagai pemanis dalam film ini. Miss Persabahatan di ajang Miss Indonesia 2015 mewakili Provinsi Gorontalo itu tampak hanya sekedar mendampingi para komika dengan akting biasa saja. Mestinya Melayu Nicole belajar konyol pada para komika untuk dapat menarik perhatian penonton.

Tamara Bleszynski bisa dibilang come back dengan tampil dalam film ini, meski perannya tak seperti peran dalam film-film yang dibintangi sebelumnya. Karena dalam film ini pemeran utamanya adalah Syahrini. Tamara meski masih mempesona, tapi tenggelam perannya karena film ini memang lebih menonjolkan kebintangan Syahrini dan juga kekonyolan para komika.

Menonton film ini, meski komedi, tampak ada pesan serius yang hendak disampaikan, bahwa dalam bekerja memang harus melakukan sebaik-baiknya. Kekonyolannya hanya sekedar untuk menertawakan diri kita sendiri. Nasib dan peruntungan tetap didambakan oleh siapa saja yang bekerja dan tentu ingin meraih prestasi yang membanggakan dalam hidup ini.

Baca Juga
Lihat juga...