Bom Saat Kampanye Pemilu di Pakistan Tewaskan 27 Orang

197
Ilustrasi, Dok: CDN

QUETTA — Kepolisian setempat menyebut seorang pengebom bunuh diri melakukan serangan di acara kampanye pemilihan umum di Pakistan barat daya pada Jumat (13/7/2018), hingga menewaskan 27 orang.

Kejadian itu adalah serangan kedua terkait pemilihan umum di tengah tekanan menyangkut kedatangan perdana menteri tersingkir, Nawaz Sharif, menjelang pemungutan suara pada 25 Juli.

Di antara korban tewas terdapat calon anggota majelis provinsi Balukistan Siraj Raisani. Saudara laki-laki Siraj, Nawab Aslam Raisani, pernah menjabat ketua menteri provinsi itu pada 2008 hingga 2013.

“Saudara saya, Siraj Raisani, mati syahid,” kata Haji Lashkari Raisani, saudara lain Siraj, yang juga bersaing untuk mendapatkan kursi majelis nasional dari Balukistan.

Raisani adalah calon kedua tewas dalam kekerasan sebelum pemilihan umum pada minggu ini.

Perwira tinggi kepolisian, Qaim Lashari, mengatakan bahwa si pengebom bunuh diri melancarkan serangan pada acara kampanye, yang menjadwalkan Raisani tampil untuk berorasi. Pengeboman itu menewaskan 27 orang dan mencederai lebih dari 39 lainnya.

Polisi sebelumnya mengatakan bahwa serangan itu mengincar iring-iringan Raisani namun kemudian mengubah pernyataan mereka karena sebuah gambar video yang menyorot sebuah tenda besar memperlihatkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan dari ledakan itu terpencar.

Pemerintahan sementara Pakistan pada Jumat melancarkan tindakan terhadap pertemuan-pertemuan politik saat Sharif terbang kembali ke tanah air untuk berkampanye bagi partainya menjelang pemilihan umum.

Sharif pada tahun lalu dicopot oleh Mahkamah Agung dan dijatuhi hukuman pekan lalu karena korupsi.

Pada Jumat, ledakan menewaskan empat orang di kota utara, Bannu, ketika bom mengenai rombongan kampanye Akram Khan Durrani, yang merupakan sekutu partai asal Sharif dari partai keagamaan Muttahida Majlis-e-Amal (MMA).

Pada Selasa, seorang penyerang meledakkan dirinya sendiri pada acara kampanye yang digelar partai politik anti-Taliban di kota utara, Peshawar. Serangan itu menewaskan 20 orang, termasuk Haroon Bilour yang berharap memenangi kursi majelis provinsi pada Juli.

Taliban Pakistan menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ayah Bilour, Bashir Bilour, adalah pemimpin utama Partai Nasional Awami (ANP), yang juga tewas dalam serangan bom bunuh diri pada akhir 2012, juga menjelang pemilihan umum Pakistan. (Ant)