BPJS Ingatkan Ibu Hamil Segera Daftarkan Calon Bayi

Editor: Mahadeva WS

968
Komunikasi Publik BPJS Cabang Padang, Bobby A. Andrean /Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengingatkan para ibu hamil untuk segera mendaftarkan calon bayi yang dikandung menjadi peserta BPJS Kesehatan. 

Komunikasi Publik BPJS Cabang Padang, Bobby A. Andrean menjelaskan, pendaftaran bayi menjadi peserta BPJS sudah dapat dilakukan sejak dini. Bahkan ketika janin yang dikandung telah berdenyut jantungnya dan meski masih di dalam kandungan, sudah bisa didaftarkan. Hanya membutuhkan surat keterangan dari dokter untuk pendaftaran tersebut.

Menurutnya, masih ada masyarakat yang belum mengetahui mengenai pendaftaran calon bayi menjadi peserta BPJS.  “Kenapa perlu didaftarkan, karena disaat bersalin, apabila ada kemungkinan terjadi hal yang membutuhkan perawatan khusus bayi yang baru lahir itu, tidak menjadi tanggungan dari BPJS si-ibu. Jadi kalau sudah didaftarkan bayinya ketika masih dalam kandungan, saat lahiran-pun akan ditanggung BPJS,” jelasnya, Jumat (20/7/2018).

Proteksi dini penting dilakukan agar calon bayi langsung memperoleh perlindungan jaminan kesehatan setelah lahir. Dengan adanya BPJS, akan membuat ibu yang melahirkan menjadi tenang, tanpa perlu khawatir akan terjadi hal-hal yang buruk terhadap bayi.

“Rata-rata masyarakat yang tinggal di perkotaan sudah tahu dan paham untuk mengurus BPJS calon bayi. Namun, di daerah pedesaan atau pedalaman, bisa dikatakan hanya sebagian kecil yang paham. Akibatnya, ada orang tua yang protes, apabila ada perawatan khusus bagi bayi, dimana dikenakan biaya oleh pihak rumah sakit,” tandasnya.

Bobby menjelaskan, ada beberapa kategori dalam kepersertaan BPJS. Kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) alias peserta mandiri, pendaftaran calon bayi dalam kandungan bisa dilakukan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan dengan menggunakan nama orang tua. Contohnya, calon bayi Ny. A. Bayi tersebut dapat menggunakan nomor identitas orang tua sebagai nomor identitas sementaranya.

Setelah bayi lahir, orang tua dapat mengurus perubahan nama dan identitas bayi peserta BPJS paling lambat tiga bulan setelah bayi lahir. Proses perubahan dilayani  di Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat.

Yang perlu diperhatikan, tidak ada pembayaran iuran saat bayi masih di dalam kandungan. Pembayaran iuran calon bayi tersebut baru dilakukan orang tuanya setelah sang bayi lahir. Iuran yang dibayarkan-pun hanya satu bulan dan tidak diakumulasikan sejak bayi didaftarkan.

Begitu juga sama halnya dengan pendaftaran peserta PBPU pada umumnya, proses pendaftaran calon bayi memerlukan proses administrasi kepesertaan selama 14 hari kalender. Untuk peserta PBPU diharapkan dapat mendaftarkan calon bayinya sejak terdeteksi detak jantung untuk meminimalisir risiko apabila bayi lahir lebih cepat diluar perkiraan hari lahir.

“Jadi kepada ibu yang hamil jangan menunggu bayinya lahir dulu baru didaftarkan. Sebab aktifnya kartu kepesertaannya sebagai peserta BPJS itu 14 hari. Kalau ada biaya yang dikeluarkan, belum bisa ditanggung langsung oleh BPJS,” jelasnya.

Apalagi jika nanti bayi lahir mendapatkan perawatan yang membutuhkan biaya lebih, akan membutuhkan biaya yang luar biasa banyak. Dan hal tersebut akan memberatkan seandainya tidak terdaftar sebagai peserta BPJS. Sedangkan untuk  peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), jika calon bayi adalah anak pertama sampai ke tiga, maka otomatis mendapat jaminan pelayanan kesehatan oleh BPJS Kesehatan begitu lahir.

Artinya, apabila bayi sudah lahir, orang tua diharapkan segera melapor ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan setempat untuk dicetakkan nomor kartu sementara. Selanjutnya, nomor sementara tersebut dapat dibawa ke BPJS Kesehatan Center di RS setempat untuk digunakan menjamin pelayanan kesehatan sang bayi. “Kami dari BPJS berharap betul seluruh masyarakat mengetahui hal ini, supaya bisa merasakan manfaat layanan BPJS,” tegasnya.

Sementara terkait persyaratan yang perlu dipersiapakan untuk mengurus BPJS untuk calon bayi, seperti perlu untuk mengisi formulir, fotokopi KK, KTP, Kartu BPJS orangtua, hasil USG pada masa kandungan 7-8 bulan serta surat keterangan hamil dari bidan. Masing-masing berkas tersebut difotokopi sebanyak dua rangkap. Sementara untuk kelas perawatan disamakan dengan kepesertaan sang ibu bayi.

Baca Juga
Lihat juga...