BPPT Gelar KTN Bahas Kemandirian Teknologi

235

JAKARTA — Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2018 membahas strategi implementasi kebijakan nasional untuk mendukung kemandirian teknologi, khususnya di bidang kebencanaan, pertahanan dan material.

Kepala BPPT, Unggul Priyanto, mengatakan bahwa KTN 2018 ini difokuskan pada bidang Teknologi Industri Pertahanan, Teknologi Kebencanaan dan Teknologi Material agar sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dan guna mendukung akselerasi program prioritas pembangunan pemerintah.

Ia mengatakan perkembangan pembangunan dunia secara global, dipengaruhi oleh empat penggerak yakni populasi, teknologi, globalisasi, dan perubahan-iklim yang semakin memicu tingkat kerentanan daya dukung kelestarian pembangunan.

Kondisi perekonomian dunia saat ini harus menghadapi berbagai ketidakpastian. Selain adanya berbagai isu geopolitik, perkembangan teknologi juga turut memberikan dampak pada perubahan sosial dan ekonomi.

“Untuk menjawab tantangan tersebut dan dalam rangka mendukung misi pemerintahan memperkuat kemampuan, kapasitas dan kemandirian industri dalam negeri, mewujudkan kemandirian dan daya saing bangsa, maka perlu dipersiapkan berbagai terobosan inovasi teknologi antara lain di bidang teknologi industri pertahanan-keamanan, kebencanaan dan material,” ujar dia, Selasa (17/7/2018).

Gelaran KTN 2018 ini, menurut dia, bertujuan untuk memberikan Rekomendasi Teknologi yang diperlukan, untuk memperkuat peran dan eksistensi teknologi dalam mendukung pengembangan industri nasional, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, sesuai dengan program pemerintah yang tertuang dalam Program Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahap II 2020-2024.

“BPPT mengajak berbagai pihak, para pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri seperti kementerian atau lembaga terkait, pejabat pemerintah, perwakilan lembaga legislatif, badan usaha, industriawan, akademisi, para pakar dan praktisi serta stakeholder lainnya untuk dapat berpartisipasi dalam kongres teknologi tahun ini,” lanjutnya.

KTN 2018 juga membahas teknologi keamanan yang erat kaitannya dengan ancaman keamanan, sebagai tantangan ke depan. Unggul berharap pembahasan ini dapat memberi rekomendasi kepada pemangku kepentingan untuk merumuskan roadmap penguasaan teknologi kemananan yang perlu dipersiapkan oleh institusi yang berwenang untuk mengantisipasi potensi ancaman terhadap keamanan negara.

Sedangkan terkait kebencanaan, BPPT sengaja mengangkat tema dengan bahasan kebijakan dalam rangka mendorong dan meningkatkan inovasi teknologi dan pembangunan berbasis migasi bencana untuk mendukung penyelamatan investasi dan melestarikan upaya pembangunan berkelanjutan.

Topik yang akan dibahas adalah kebijakan nasional teknologi pengurangan risiko bencana dalam kerangka global, sistem peringatan dini dan teknologi migasi bencana, teknologi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat, dan management data dan informasi dalam pengurangan risiko bencana.

Sementara itu, untuk teknologi material tantangan inovasinya adalah bagaimana mengelola sumber daya alam yang dimiliki Indonesia agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat ditinjau dari aspek ketergantungan impor bahan baku industri yang setiap tahun menyedot 1500-an triliun rupiah.

Aspek pengelolaan sumber daya lokal sebagai bahan baku industri di enam sektor industri prioritas, dan aspek minimnya inovasi karena tidak didukung oleh kebijakan yang kuat dan pendanaan yang memadai. Dalam rangka meningkatkan daya saing untuk mewujudkan kemandirian bangsa, terobosan dan rekomendasi dalam teknologi material dirasa perlu untuk dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi.

Topik yang akan dibahas dalam Kongres Teknologi 2018 ini adalah teknologi material untuk substitusi impor bahan baku industri dan komponen, teknologi material untuk peningkatan nilai tambah SDA dan inovasi teknologi material untuk meningkatkan daya saing produk menuju kemandirian. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...