banner lebaran

Bupati Banggai Ciptakan 130 Inovasi Pembangunan Daerah

217
Logo Kabupaten Banggai - Foto: banggaikab.go.id

LUWUK — Bupati Banggai, Herwin Yatim, mengatakan dalam dua tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Mustar Labolo berhasil menciptakan 130 inovasi dalam pembangunan daerah tersebut.

“Hingga saat ini, telah ada 130 inovasi pada masa kepemimpinan kami. Inovasi itu berada di berbagai sektor. Mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, UKM hingga perbaikan birokrasi,” ungkap Bupati Herwin saat memimpin upacara peringatan HUT ke-58 Kabupaten Banggai di Lapangan Bumi Mutiara, Kota Luwuk, Senin (9/8/2018).

Inovasi itu kata Herwin, merupakan kerja nyata dalam mengemban amanah rakyat, yang dilakukan dengan kerja cepat dan taktis untuk mencapai tujuan dalam pembangunan yang telah direncanakan.

Herwin menjelaskan di sektor kesehatan, pemerintah daerah telah menciptakan Posyandu pra konsepsi. Yakni, posyandu yang dikhususkan mendukung 1.000 hari pertama kehidupan, dengan upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Ada pula program bayi stunting, yang merupakan satu-satunya dan pertama di Indonesia.

“Kami telah mengintegrasikan Jamkesda ke BPJS dan akan terus meningkatkan hingga mencapai target yakni 120 ribu peserta,” kata Bupati Herwin.

Selain itu, Pemkab Banggai juga telah meluncurkan public safety center (PSC) call 119, yaitu layanan kesehatan gawat darurat yang siap 24 jam. Untuk sektor pelayanan administrasi publik, pemerintah telah meluncurkan layanan keliling administrasi kependudukan dan catatan sipil, mobil layanan perizinan keliling hingga aplikasi perizinan daring (online).

Di sektor pertanian, pemerintah telah meluncurkan kartu petani dan kartu nelayan sejahtera. Itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan dan pemberdayaan petani-nelayan. Menginisiasi program swasembada daging, hingga mengembangkan sektor perkebunan dengan diciptakannya varietas baru tanaman kelapa dalam, yakni kelapa Babasal.

Pemerintah juga telah meluncurkan ekspor langsung ke luar negeri dari komoditas kelautan. Begitupula di sektor usaha kecil menengah (UKM), pemerintah telah mengembangkan usaha tenun Nambo (Batik Nambo) dengan meningkatkan produksi serta melakukan promosi luar biasa hingga ke luar negeri.

“Kini, tenunan Nambo dengan kekhasan ragam coraknya, telah mampu merambah dan dikenal hinga ke mancanegara. Prestasi dan penghargaan dari berbagai pihak baik secara nasional maupun internasional atas apa yang telah kami kerjakan akan terus memacu semangat untuk berbuat yang lebih baik untuk daerah Kabupaten Banggai,” tutur Bupati.

Kemudian di sektor kebersihan, pemerintah telah mengangkat program gerakan moral pinasa (pia na sampah ala) yang berarti lihat sampah ambil. Ini merupakan salah satu upaya untuk terus meningkatkan semangat dan memberikan ruang apresiasi kepada masyarakat. Dimana peran dan partisipasi masyarakat sangat berpengaruh besar terhadap segala perubahan dan peningkatan daerah di Kota Luwuk, khususnya pada tatanan kualitas lingkungan.

Piana sampah ala, adalah kegiatan yang sudah bermasyarakat sehingga kegaitan itu diharapkan dapat menjadi gerakan yang membudaya di bidang kebersihan daerah untuk dapat meraih Adipura Kirana. Kami berharap program ini dapat terus berlangsung hingga masa yang akan datang,” harap bupati.

Bupati juga meminta dukungan seluruh elemen masyarakat Banggai, agar pemerintah dapat terus berupaya bekerja keras untuk menjadikan Banggai sebagai daerah yang lebih maju, sejahtera dan mandiri.

Ia juga mengimbau kepada seluruh aparatur pemerintah Banggai, agar dapat bersama-sama masyarakat, saling bahu-membahu membangun daerah dengan merapatkan barisan persatuan yang kuat dalam menjalin tali persaudaraan dan rasa solidaritas yang tinggi. (Ant)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.