Capai Target Dua Juta Wisman, Pemerintah Sertifikasi 5500 SDM

Editor: Satmoko Budi Santoso

187
Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan, Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Bisma Jatmika Tisnasasmita - Foto Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Selain menyiapkan infrastruktur berupa jalur transportasi dan interkoneksi antardestinasi pariwisata, pemerintah tengah berencana meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan untuk mecapai target kunjungan 2 juta wisatawan ke kawasan Candi Borobudur tahun 2019.

Sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), cabdi Borobudur yang merupakan salah satu keajaiban dunia memiliki potensi sangat besar untuk dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.

“Kita sedang berencana meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan pengelolaan candi Borobudur. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan tourism competitivness index. Di antaranya dengan melakukan sertifikasi pada 5500 SDM pekerja pariwista di Jateng dan DIY serta pelaksanaan pelatihan sapta pesona kepada masyarakat,” ujar Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan, Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Bisma Jatmika Tisnasasmita, dalam seminar Tantangan dan Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Borobudur, bertempat di Pusat Studi Pariwisata UGM, Senin (30/7/2018).

Menurutnya, salah satu kendala dalam pengembangan Borobudur sebagai kawasan strategis pariwisata nasional saat ini adalah persoalan aksesibilitas. Adanya kendala konektivitas antardestinasi melalui jalan darat yang kurang lancar saat akhir pekan, serta akses lewat jalur laut yang kurang memadai untuk kapal cruise menjadi kendala yang harus segera diatasi.

“Saat ini pemerintah tengah menyelesaikan pembangunan tol Bawean-Jogja dan Salatiga-Solo, pembanguann kereta bandara Adi Sumarmo ke stasiun Balapan, serta mendorong keberadaan mobil hotel dan pembangunan terminal khusus cruise ship di pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Ini merupakan strategi untuk mengatasi persoalan tersebut,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menargetkan sebanyak dua juta wisman datang ke kawasan wisata Candi Borobudur pada tahun 2019. Selain ke Borobudur target wisman tersebut juga ditujukan untuk datang ke sejumlah destinasi wisata lain di sekitar wilayah DIY, Solo, dan Semarang.

Untuk mencapai target jumlah dua juta pengunjung wisatawan mancanegara tersebut, memang bukan hal mudah karena diperlukan penyediaan infrastruktur yang dapat meningkatkan konektivitas destinasi wisata di DIY dan Jateng.

Fokus pemerintah saat ini lebih pada penyediaan infrastruktur terutama jalur tranportasi dan interkoneksi antardestinasi pariwisata, di antaranya adalah dengan membangun Bandara Internasional di Kulon Progo Yogyakarta.

Baca Juga
Lihat juga...