Cegah Karhutla, TRGD Hidupkan Sumur Bor dan Sekat Kanal

Editor: Mahadeva WS

157
Ketua TRGD Kalsel Sauth Nathan Samosir - Foto Arief Rahman

BANJARMASIN – Menyambut musim kemarau di Banua, Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalimantan Selatan (Kalsel) giat menghidupkan sumur bor dan sekat kanal. Upaya tersebut untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalsel.

Ketua TRGD Kalsel Sauth Nathan Samosir menyebut, penghidupan sumur bor dan sekat kanal bertujuan untuk membasahi tanah agar lahan gambut. Dengan pembasahan diharapkan hutan dan lahan tersebut tidak mudah terbakar. “Pada anggaran 2017 lalu, kita sudah membuat 175 sumur bor dan 24 sekat kanal. Menyambut musim kemarau ini kita akan hidupkan kembali keduanya agar bisa berfungsi optimal,” jelasnya, Rabu (25/7/2018).

Di 2018, TRGD Kalsel menargetkan bisa membangun tambahan sumur bor sebanyak 300 buah. Sementara untuk sekat kanal ditargetkan bisa membuat 204 unit. Anggaran yang disiapkan untuk kegiatan tersebut mencapai Rp26 Miliar. Diharapkan melalui cara tersebut, bisa berpengaruh positif pada penurunan angka Karhutla gambut di Kalsel pada 2018 ini.

“Dengan berkurangnya kebakaran lahan gambut di Kalsel, kami tentunya berharap kerugian yang diderita masyarakat dan pelaku usaha di Banua selama ini bisa terus dikurangi,” tambahnya.

TRGD Kalsel menargetkan, lahan gambut di Kalsel yang bisa terestorasi mencapai 38.000 hektar. Target tersebut merupakan sasaran hingga 2020 mendatang. Restorasi yang dilakukan tidak secara masif, mengingat keterbatasan anggaran yang diberikan. “Namun walau memiliki keterbatasan anggaran kita terus berupaya maksimal untuk bisa menjadikan lahan gambut di Kalsel jauh lebih baik dan tidak menjadi penyebab kebakaran hutan,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.