Christian Sugiono: Film Horor Harus Digarap Serius

Editor: Makmun Hidayat

2.230

JAKARTA — Christian Sugiono termasuk artis yang cukup banyak membintangi film. Namanya dikenal publik sekitar tahun 2005 setelah membintangi film Catatan Akhir Sekolah dan beberapa film, seperti Jomblo.

Sudah puluhan film yang dibintanginya, tapi baru kali ini ia membintangi film horor produksi Hitmaker Studios berjudul Sabrina. Hal itu didasari karena film horor tersebut digarap dengan sangat serius, sangat niat dan sangat bagus.

Dalam film ini, saya sebagai Aiden, suami dari Maira yang diperankan Luna Maya, “ kata Christian Sugiono saat acara Gala Premiere Film Horor Sabrina di Senayan City XXI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat malam (6/7/2018).

Lelaki kelahiran Jakarta, 25 Februari 1981, itu menyebut bahwa karakter Aiden yang dilakoninya adalah pemilik toko mainan yang memproduksi boneka Sabrina.

“Di film The Doll 2 ada juga boneka Sabrina firts edition, sedangkan boneka dalam film ini second edition,” ungkap artis yang juga dikenal sebagai orang yang memiliki minat dalam bidang teknologi khususnya teknologi internet dan digital di Indonesia.

Duta Pengetahuan Bebas (2009) yang menjadi program Departemen Komunikasi dan Informatik, itu menuturkan bahwa boneka ini dikasih sebagai tanda kenang-kenangan karena Aiden tahu anaknya Maira yaitu Kayla meninggal dan sangat suka dengan boneka ini, kemudian boneka itu dikasih kepada Vanya, keponakannya, sebagai kenang-kenangan.

“Karena boneka ini masuk ke dalam rumah tangganya, sehingga muncullah konflik dan hantu-hantuan dan boneka dijadikan medium roh jahat untuk menuntut balas dendam,” sebutnya.

Christian mengaku punya pengalaman mistis selama syuting, seperti kesurupan, tapi tidak apa-apa karena tidak terlalu mengganggu syutingnya.

“Beda auranya karena kita syuting di sebuah lokasi di Puncak, yaitu sebuah villa yang tua, begitu kita masuk langsung terasa aura mistisnya, tapi syuting harus berjalan terus, ada sedikit gangguan tapi tak terlalu mengganggu juga,“ beber suami Titi Kamal dan ayah dari Arjuna Zayan Sugiono.

Kalau ada tawaran main film horor lagi, Christian mengaku tak langsung menerima karena harus melihat dulu produksi filmnya. “Kalau memang pembuatan filmnya bagus tentu akan saya terima, “ ucapnya mantap.

Menurut Christian, film horor harus digarap serius. Banyak orang berpikir gampang untuk dapat duit banyak maka bikin saja film horor pasti laku dan menguntungkan.

“Iya itu betul, kalau punya uang 500 juta dapat produksi film horor dengan dapat penonton sekian, tapi jadinya kan film horor murahan. Nah, kalau saya ditawari main film horor lagi, saya mau lihat dulu produksi film horornya seberapa seriusnya karena tidak gampang bikin film horor, apalagi film horor yang bagus, “ paparnya.

Christian menilai pembuatan film Sabrina itu digarap dengan sangat serius, sangat niat dan sangat bagus. “Kalau ada penawaran main flm horor yang sebagus film Sabrina ini, pasti akan saya ambil, ujarnya.

Christian mengaku dirinya tidak terlalu hobby nonton film horor, tapi ia nonton beberapa film horor dan ia dapat melihat perkembangan film horor di Indonesia sudah semakin baik.

“Saya lihat produser sudah berani memproduksi film horor degan budget tinggi. Dulu untuk mendapatkan satu juta penonton itu ngos-ngosan, tapi sekarang kesempatan untuk mendapatkan satu juta penonton itu jauh lebih mudah karena layar bioskopnya sudah semakin banyak,” simpulnya.

Christian menyampaikan bahwa film-film horor Indonesia sudah diterima di luar negeri. “Seperti film The Doll 2, atau film Pengabdi Setan, tayang lama di Malaysia, bahkan mampu mengalahkan film horor dari Malaysia sendiri, “ tegasnya.

Membintangi film ini Christian mengaku memang senang, tapi ia mengaku itu tak membuat dirinya ketagihan. “Saya memang senang main film ini karena digarap dengan bagus dan serius, sungguh film horor ini berkualitas dan berkelas, juga tentu sangat seru,” tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...