CJH Bali Berangkat dari Embarkasi Surabaya ke Jeddah

Editor: Satmoko Budi Santoso

249
H. Kusnul Hadi selaku Kepala bidang haji dan umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Bali.-Foto : Sultan Anshori.

DENPASAR – Kepala bidang haji dan umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Bali memastikan Calon Jamaah Haji (CJH) yang berangkat dari Bali tahun 2018 siap hingga 100 persen. Tahun ini ada sekitar 700 orang yang berangkat menunaikan ibadah Haji melalui Bali.

“Insha Allah siap Mas. Dalam artian tidak ada kendala dan tinggal menunggu pemberangkatan saja,” ucap H. Kusnul Hadi kepada Cendana News, Rabu (18/7/2018).

Menurut pria yang akrab disapa H. Khusnul ini mengatakan, para CJH tersebut pada 5 Agustus mendatang akan diberangkatkan terlebih dahulu ke asrama Haji Sukolilo di Surabaya. Hal tersebut dilakukan karena Bali masih masuk dalam embarkasi Surabaya. Sementara untuk kloter Bali pada musim haji kali ini masuk dalam kloter 60-51.

“Tanggal 5 Agustus mendatang akan berangkat ke Surabaya dan menginap di sana selama sehari semalam baru kemudian ditinggal 6 Agustusnya berangkat ke Saudi dengan tujuan Jeddah,” imbuh H. Khusnul.

Menurut H. Khusnul para CJH khususnya yang dari Bali akan melakukan berbagai tahapan sebelum masuk pelaksanaan musim haji pada 20 Agustus mendatang, dimana para CJH akan diberangkatkan dari Surabaya ke Jeddah pada 6 Agustus mendatang. Sesudah sesampainya di sana para CJH akan melakukan niat ihram.

Usai melakukan niat mereka akan masuk dalam pemondokan dan kemudian melakukan aktivitas indah sunnah lain termasuk umrah.

“Kalau Bali masuk di pemondokan sisa satu namanya disana. Dan diperkirakan kalau tidak ada halangan pada tanggal 16-17 September mereka (CJH) akan tiba lagi di Indonesia,” kata H. Khusnul lagi.

Terakhir H. Khusnul berpesan kepada para CJH dari Bali agar selalu menjaga kesehatan tubuh agar selalu fit. Hal tersebut dilakukan agar dalam pelaksanaan selama wukuf di arafah hingga proses selesainya haji tidak terjadi kendala kesehatan. Maka dari itu para jamaah saat berada di Saudi dilarang untuk sering berada di luar pemondokan dan cepat kembali ke pemondokan jika selepas beribadah.

“Karena cuaca di Saudi pada musim haji kali ini diperkirakan suhunya mencapai 50 derajat celcius,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, penyelenggaraan ibadah haji khusus pada musim haji 1439H/2018M kali ini, pemerintah Indonesia memberangkatkan setidaknya sebanyak 17 ribuan jamaah dari penjuru nusantara.

Sementara untuk petugas pendamping CJH Bali, Kementerian agama Provinsi Bali setidaknya menugaskan 8 orang yang terbagi menjadi dua yaitu pendamping CJH yang masuk kloter dan CJH yang tidak masuk kloter. Sementara tahun ini CJH dari Bali paling tua berusia 90 tahun dari Kabupaten Jembrana.

Baca Juga
Lihat juga...