CJH NTB Diminta Jaga Kondisi Hadapi Cuaca di Tanah Suci

Editor: Koko Triarko

233
Kabid Pelaksana Haji dan Umrah Kementerian Agama NTB, Ali Fikri/Foto: Turmuzi
MATARAM – Jelang keberangkatan dan menghadapai kondisi cuaca berbeda saat berada di Madinah maupun proses pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Mekah, Calon Jamaah Haji (CJH) Provinsi Nusa Tenggara Barat diharapkan bisa menjaga kesehatan.
“Kondisi cuaca di Arab Saudi, terutama Mekah dan Madinah jauh berbeda dengan Indonesia, karena itu CJH diharapkan benar-benar bisa menjaga kesehatan dari sekarang”, kata Kabid Pelaksana Haji dan Umrah Kementerian Agama NTB, Ali Fikri, di Mataram, Selasa (10/7/2018).
Langkah tersebut penting dilakukan, supaya kesehatan CJH, sebelum maupun setelah berada di tanah suci bisa tetap terjaga, jangan sampai sakit supaya bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik.
Ia mengatakan, kondisi cuaca sekarang di Madinah sedang musim panas. Suhu di sana berbeda dengan panas di Indonesia. Karena itu, kepada CJH betul-betul menjaga kesehatan dan menyiapkan fisiknya, terlebih untuk jamaah yng belum pernah menggunakan pesawat terbang.
“Hal lain perlu dipersiapkan CJH adalah memperbanyak bimbingan manasik, supaya saat pelaksanaan haji nantinya bisa dilakukan dengan baik”, katanya.
Kanwil Kemenag NTB, H. Nasruddin, mengatakan, pada penyelenggaraan musim haji 2018, kuota haji di NTB mencapai 4.476 orang CJH jamaah reguler, 38 petugas TPHD dan petugas haji 50 orang, sehingga total jemaah haji NTB sebanyak 4.564 orang.
“Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kuota CJH tahun ini hampir sama, tidak ada penambahan maupun pengurangan”, katanya.
Pemberangkatan kloter pertama akan mulai dilaksanakan 16 Juli 2018. Kabupaten Lombok Tengah menjadi kloter pertama, akan berangkat dengan 450 jamaah.
Baca Juga