Comic Fest, Ajang Kreativitas Komikus Lokal

Editor: Satmoko Budi Santoso

951

JAKARTA – Comic Fest sebuah festival komik yang menitikberatkan pada karya komikus lokal dan juga turut diramaikan oleh tamu komikus internasional serta cosplayer internasional.

Ajang kreatif yang menginjak tahun keempat itu begitu digandrungi anak muda zaman sekarang yang datang dari berbagai kota di seluruh Indonesia.

Comic Fest digelar pada 7-8 Juli 2018 oleh PT Wahana Inspirasi Nusantara, penerbit Indonesia yang mengkhususkan diri di bidang komik dengan produk utamanya yakni Re:ON Comics, sebuah majalah kompilasi komik pertama di Indonesia yang dikelola secara profesional serta menyajikan berbagai judul komik ciptaan komikus lokal.

“Kami di sini sedang mengadakan pesta komik lokal ‘ComicFest’,“ kata Yudha Negara Nyoman, founder re:ON Comics dan founder ComicFest, kepada Cendana News di Hall Epiwalk, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (7/7/2018).

Yudha membeberkan acara yang digelar di Comic Fest, yaitu Comic Market, Dubbing Competition, dan Costreet Competition.

“Seperti yang kita lihat bersama Comic Market yang diikuti para penerbit buku maupun komik, baik cetak maupun digital. Kemudian, studio animasi dan film, developer game, perusahaan IT dan gadget, serta lembaga pendidikan,“ bebernya.

Hari ini, Comic Fest juga menggelar Dubbing Competition, yakni kompetisi sulih suara.

“Biasanya sulih suara di TV dari bahasa asing ke bahasa Indonesia, tapi Dubbing Competition di acara Comic Fest ini yang disulihsuarakan adalah komik karya kita sendiri, yaitu komik Ramayana, komik roman, komik fantasi, komik legenda dan lain-lain,“ ungkapnya.

Menurut Yudha, alasan dirinya membuat komik Ramayana karena anak-anak muda zaman sekarang tidak banyak yang mengenal cerita Ramayana.

“Agar supaya anak muda zaman sekarang mencari tahu tentang cerita komik Ramayana, kami buat komik dengan style disesuaikan dengan zaman sekarang. Jadi kalau mereka sudah mau membaca komik Ramayana dan masuk ke dalam otak, berarti mereka mau tahu sendiri. Dengan demikian misi kami berhasil mengenalkan cerita Ramayana pada anak muda zaman sekarang,“ paparnya.

Selain komik Ramayana, ReOn yang didirikan juga membuat komik roman, komik fantasi, komik legenda, dan lain-lain.

“Kalau komik roman kisah cinta romantika remaja yang romantis, komik fantasi yang ceritanya science fiction, sedangkan komik legenda berkisah tentang berbagai legenda di seluruh Nusantara, seperti Legenda Danau Toba, Sangkuriang, Jaka Tarub, dan lain-lain,“ ujarnya.

“2013, kami setengah mati untuk mencari komik lokal di toko buku. “Sedangkan sekarang perkembangan komik lokal begitu sangat menggembirakan. Begitu masuk ke toko buku langsung ada yang menunjuk gerai khusus komik lokal,“ tuturnya.

Harapan Yudha, semoga acara Comic Fest semakin banyak anak muda yang semakin tahu ada komik lokal.

“Comic Fest menjadi ajang kreativitas komikus lokal untuk menunjukkan diri pada anak muda zaman sekarang,“ tegasnya.

“Dengan acara Comic Fest, anak muda mendapatkan tempat untuk kreatif berkarya dan berkreasi, daripada mereka terjerumus narkoba, ya lebih baik kita salurkan hobi mereka di acara ini,“ ucapnya tampak begitu sangat bersemangat.

Yudha mengaku menyenangi komik sejak kecil, mulai dari komik lokal seperti Gundala Putra Petir, Godam, kemudian Tin Tin, Asterik.

“Dulu boro-boro bikin acara komik, karena kalau kita bicara komik saja banyak yang kaget. Hah komik? Karena jarang sekali ditemukan komik lokal. Tapi sekarang kami bisa membuat pesta komik lokal, yang menitikberatkan pada karya komikus lokal serta turut diramaikan oleh tamu komikus internasional maupun cosplayer internasional,“ tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...