Damandiri Dirikan Posdaya di Seluruh Sumatera Barat

Editor: Satmoko Budi Santoso

190
Supervisi Area V Project Managing Unit (PMU) Tabur Puja Wilayah Sumatera, Edi Suandi/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Sekira sebelas tahun sudah, Yayasan Damandiri hadir membantu masyarakat di Sumatera Barat untuk memperbaiki kondisi ekonomi rakyat kecil, melalui keberadaan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang telah disebar di 19 kabupaten dan kota.

Supervisi Area V Project Managing Unit (PMU) Tabur Puja Wilayah Sumatera, Edi Suandi, mengatakan, berawal dari bekerja sama Yayasan Damandiri dengan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat dan perguruan tinggi pada tahun 2007 lalu, dibentuklah dua koordinasi wilayah (Korwil) berdirinya Posdaya.

Seperti halnya untuk Korwil I merupakan kawasan Universitas Andalas Padang. Di sana turut memberdayakan masyarakat hingga terbentuk sebuah Posdaya di sejumlah titik.

Begitu juga untuk Korwil II adanya di Universitas Tamansiswa Padang, di Unitas terbilang cukup aktif melakukan sosialisasi dan turun ke masyarakat melalui KKN Tematik mahasiswa, membuat Posdaya terus berkembang. Satu titik di kelurahan di Padang hingga ke sejumlah titik kelurahan lainnya.

“Itu dari sisi masuk melalui perguruan tinggi. Kalau dari LKKS berbeda lagi. Melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan Yayasan Damandiri, LKKS juga terlibat dalam perjalanan sejarah adanya Posdaya di Sumatera Barat,” katanya, Selasa (31/7/2018).

Ia menjelaskan, dengan adanya dua pintu jalur berkembangnya Posdaya di Sumatera Barat, keberadaan Posdaya pun telah mencapai di seluruh daerah di Sumatera Barat. Begitu juga dengan daerah di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang merupakan daerah kepulauan di Sumatera Barat, juga telah tumbuh Posdaya di sana.

Edi menyebutkan, kini di Mentawai ada sekitar 30 Posdaya yang berkembang dan tersebar di sejumlah pulau di Mentawai. Di sana, berkat adanya Posdaya, telah menjadi suatu wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan binaan dalam menjalankan kehidupan lebih baik.

“Pada Oktober mendatang dari LKKS akan datang memberikan bimtek kepada anggota Posdaya. Bimtek yang akan diberikan tentang bagaimana menjalankan usaha rakyat kecil yang dapat menambah ekonomi keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, bimtek yang digelar tidak hanya sekedar memberikan bimbingan. Tapi melalui bimtek, mampu mengetahui kondisi masyarakat dalam menjalankan hidup selama menjadi anggota Posdaya.

Sejauh ini persoalan yang dialami masyarakat soal pengetahuan dalam mengembangkan usaha, pemasaran, dan tata cara pengelolaan keuangan. Hal itu, tidak hanya terjadi di Mentawai, tapi secara umum terjadi di seluruh Posdaya yang ada di Sumatera Barat.

“Posdaya yang aktif di Sumatera Barat saat ini ada 400 lebih. Dari jumlah itu, memang telah banyak menumbuhkan usaha rakyat kecil. Serta ada 75 Posdaya di Padang dan Solok yang dapat dijangkau oleh Tabur Puja,” sebutnya.

Dikatakannya, keberadaan Posdaya yang tersebar di Sumatera Barat saat ini memang ditargetkan dapat menjangkau seluruh daerah di Sumatera Barat. LKKS juga menyatakan akan menambah jumlah Posdaya yang ada di Sumatera Barat.

Rencana itu, juga seiring adanya dukungan dana dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap LKKS dalam hal melakukan pembinaan kepada Posdaya. Setiap tahun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengucurkan Rp1,2 miliar untuk membantu Posdaya di seluruh daerah.

“LKKS serius membina Posdaya yang ada kini. Hampir dikatakan setiap bulan LKKS turun ke daerah dalam hal melakukan pembinaan dan memberikan bantuan kepada Posdaya di berbagai daerah,” jelasnya.

Bahkan, Edi mengatakan, selain dari LKKS yang konsisten dalam hal melakukan pembinaan kepada Posdaya, Yayasan Damandiri juga tidak pernah lengah memperhatikan Posdaya di Sumatera Barat.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.